
RD Kongo peringatkan wabah ebola baru miliki risiko penyebaran dan kematian yang tinggi

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 11 Oktober 2009 ini menunjukkan sejumlah tenaga medis militer memeriksa pasien di Bukavu, ibu kota Provinsi Sud-Kivu, Republik Demokratik (RD) Kongo. (Xinhua/He Changzhen)
Wabah Ebola baru yang diumumkan di Provinsi Ituri, RD Kongo timur, melibatkan galur (strain) Bundibugyo, yang memiliki tingkat kematian tinggi dan membawa risiko penyebaran lebih lanjut yang signifikan.
Kinshasa, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Kesehatan Republik Demokratik (RD) Kongo Roger Kamba pada Sabtu (16/5) memperingatkan bahwa wabah Ebola baru yang diumumkan di Provinsi Ituri, RD Kongo timur, melibatkan galur (strain) Bundibugyo, yang memiliki tingkat kematian tinggi dan membawa risiko penyebaran lebih lanjut yang signifikan.
"Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus," kata Kamba dalam konferensi pers di ibu kota Kinshasa, seraya menambahkan bahwa strain tersebut memiliki "tingkat kematian yang sangat tinggi yang dapat mencapai 50 persen."
RD Kongo pada Jumat (15/5) mengumumkan wabah Ebola baru di Ituri, yang menjadi wabah ke-17 yang tercatat di negara itu sejak 1976. Menurut kementerian kesehatan tersebut, hingga 15 Mei tercatat 246 kasus dugaan dan 80 kematian, termasuk empat kematian di antara kasus terkonfirmasi positif. Institut Nasional untuk Riset Biomedis telah mengonfirmasi penyakit virus Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo dalam sampel yang diuji.
Kamba mengatakan tim kesehatan telah dikerahkan untuk melacak kontak dari kasus terkonfirmasi dan mengendalikan penyebaran penyakit tersebut di Ituri, provinsi-provinsi tetangga, serta daerah-daerah perbatasan. Uganda pada Jumat mengonfirmasi satu "kasus impor" yang melibatkan seorang warga negara Kongo yang meninggal dunia di Kampala.
"Ini merupakan penyakit yang menular dari manusia ke manusia. Zona kesehatan Mongwalu yang terdampak merupakan kawasan perdagangan dengan mobilitas tinggi, sehingga membuat Kivu Utara, Tshopo, Uganda, dan Sudan Selatan terpapar risiko," katanya.
Menteri tersebut mengatakan strain Bundibugyo berbeda dari strain Zaire dalam beberapa gejala. Penyakit tersebut kerap diawali dengan demam, sementara tanda-tanda perdarahan muncul kemudian. Otoritas kesehatan telah mendesak warga untuk segera melaporkan setiap kasus dugaan yang menunjukkan gejala seperti demam, muntah, kelelahan, atau perdarahan.
"Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus. Namun, untuk penanganannya, RD Kongo siap dan memiliki kapasitas, keahlian, serta sarana untuk menghadapi wabah tersebut," katanya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

NYP: Pengacara peringatkan dampak kereta tergelincir di Ohio picu "ledakan kanker"
Indonesia
•
24 Feb 2023

Tantangan Gen Z dibahas mendalam di ‘talk show’ komunitas Muslimah
Indonesia
•
29 Feb 2024

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Ip Man Wing Chun Exhibition Jakarta tampilkan warisan bela diri legendaris
Indonesia
•
19 Feb 2026


Berita Terbaru

Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 digelar di Yogyakarta, cetak generasi penerus wayang
Indonesia
•
23 Jul 2026

Feature – Mahasiswa Indonesia soroti teknologi AIdan pemindaian 3D china untuk lestarikan warisan budaya
Indonesia
•
23 Jul 2026

Permainan tradisional semarakkan peringatan Hari Anak Nasional di Solo
Indonesia
•
23 Jul 2026

Sambut Hari Anak Nasional, pelajar di Malang ikuti edukasi konservasi lewat pelepasliaran tukik
Indonesia
•
23 Jul 2026
