
Rayakan Hari Nasional ke-115, Taiwan soroti peran 400.000 pekerja Indonesia dalam pererat hubungan kedua pihak

Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Bruce Chen-jung Hung, menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Nasional ke-115 Republic of China (Taiwan) di Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Jakarta (Indonesia Window) — Dalam peringatan Hari Nasional ke-115 Republic of China (Taiwan) di Jakarta, Taiwan menyoroti penguatan hubungan dengan Indonesia, khususnya di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, dan hubungan antarmasyarakat.
Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Bruce Chen-jung Hung, mengatakan kemitraan Taiwan dan Indonesia terus berkembang.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah, dan masyarakat Indonesia atas dukungan terhadap hubungan kedua pihak.
“Kerja sama kita terus berkembang dalam perdagangan, investasi, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat,” ujar Hung dalam sambutannya pada resepsi hari nasional Taiwan – disebut sebagai ‘the Double Tenth Day’ – yang digelar Rabu (7/10) tersebut.
Hung mengatakan lebih dari 400.000 pekerja migran Indonesia saat ini berada di Taiwan. Selain itu, terdapat sekitar 18.000 pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Pulau Formosa itu.
Menurut dia, pekerja migran Indonesia juga memperoleh perlindungan melalui sistem layanan kesehatan nasional Taiwan. Sistem tersebut, kata Hung, turut mencakup sekitar 400.000 pekerja Indonesia sehingga mereka dapat memperoleh layanan medis selama bekerja dan tinggal di Taiwan.

Dalam sambutannya, Hung juga menyoroti perkembangan ekonomi dan industri teknologi Taiwan, menyebut bahwa Taiwan memiliki peran penting dalam industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) global.
Resepsi tersebut turut dihadiri Duta Besar Guatemala untuk Indonesia Manuel Eduardo Roldan Barrias. Dalam sambutannya, Roldan menegaskan hubungan persahabatan Guatemala dan Taiwan yang telah berlangsung lebih dari 90 tahun.
Menurut Roldan, kedua pihak memiliki komitmen terhadap demokrasi, kedaulatan, integritas wilayah, penyelesaian sengketa secara damai, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip hukum internasional.
“Kami telah memilih untuk berjalan bersama di jalan ini dan bangga dengan keputusan tersebut,” kata Roldan.
Dia mengatakan kerja sama kedua pihak selama ini antara lain mencakup peningkatan keterampilan, transfer teknologi, serta kerja sama ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknis.
Ketua Komite Perayaan Masyarakat Tionghoa Jakarta Mahmoud Hamza juga menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Taiwan.
Menurut dia, hubungan tersebut berkembang terutama dalam sektor ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.
Mahmoud mengatakan investasi perusahaan Taiwan di Indonesia tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha.
Indonesia, lanjut dia, juga memiliki peluang mempelajari perkembangan teknologi Taiwan, termasuk AI dan berbagai teknologi modern.
Di sektor pendidikan, Mahmoud menyoroti semakin banyaknya pelajar Indonesia yang menempuh studi di Taiwan serta tersedianya berbagai kesempatan beasiswa.
“Kami berharap semua yang baik ini dapat terus berkembang dan semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Taiwan dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Perayaan Hari Nasional Taiwan tersebut juga diisi penampilan seni oleh siswa Jakarta Taipei School yang membawakan rangkaian lagu klasik Taiwan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Profesi bidan dominasi pelayanan kesehatan di Indonesia
Indonesia
•
24 Jun 2021

COVID-19 – Indonesia terima 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac
Indonesia
•
12 Jul 2021

Presiden Jokowi terima Menteri Luar Negeri Malaysia di Istana Merdeka
Indonesia
•
31 Dec 2022

Kunjungan turis China ke Indonesia naik lebih dari 6 kali lipat pada 7 bulan pertama 2023
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

Kebakaran di Palembang makin berbahaya, pemerintah pilih rekayasa pembasahan gambut
Indonesia
•
08 Oct 2026

Wawancara – Mengapa Indonesia makin tertarik mempelajari China? Ini penjelasan kepala Perpusnas
Indonesia
•
07 Oct 2026

Usai lebih 5 bulan disandera di Somalia, 4 awak kapal MT Honour 25 asal Indonesia tiba di Tanah Air
Indonesia
•
07 Oct 2026

Bertahan di tengah karhutla, orang utan Novita alami luka bakar, akhirnya berhasil diselamatkan
Indonesia
•
29 Sep 2026
