
Wawancara – Mengapa Indonesia makin tertarik mempelajari China? Ini penjelasan kepala Perpusnas

Wang Siping (kiri), konselor kebudayaan di Kedutaan Besar China untuk Indonesia, dan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia (RI) E. Aminudin Aziz berpose untuk difoto bersama dalam upacara serah terima buku-buku dari penerbit China kepada Perpusnas RI di Jakarta pada 3 Oktober 2026. (Xinhua/Zulkarnain)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Perkembangan pesat ekonomi China dan semakin kuatnya peran negara tersebut di dunia akan menarik makin banyak pembaca Indonesia untuk mempelajari apa yang melatarbelakangi perkembangan pesat tersebut, kata E. Aminudin Aziz, kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Indonesia.
Menyampaikan rasa terima kasih kepada para penerbit dan penyelenggara China atas donasi 100 buku kepada Perpusnas Indonesia pada Sabtu (3/10), Aziz menyoroti peran penting pertukaran budaya dalam memperdalam pemahaman timbal balik antara Indonesia dan China.
"Sebagai perpustakaan pusat negara, kami menyediakan berbagai koleksi dari negara lain," kata Aziz dalam sebuah wawancara dengan Xinhua, seraya menyampaikan bahwa donasi tersebut jauh melampaui sekadar perluasan inventaris perpustakaan, melainkan juga representasi pertukaran pengetahuan, peradaban, dan pengalaman kontemporer yang bermakna antara kedua belah pihak.
Indonesia dan China memiliki riwayat persahabatan dan kerja sama yang panjang, kata Aziz.
Pesatnya perkembangan ekonomi China serta meningkatnya pengaruh China di kancah internasional telah memicu minat yang kuat di kalangan masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, imbuhnya.
Mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk filsafat, bahasa, budaya, ekonomi, dan politik, koleksi yang baru didonasikan tersebut menawarkan kesempatan berharga bagi pembaca Indonesia untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif tentang China, ujarnya.
Sebagai seorang linguis, Aziz menyatakan antusiasmenya yang besar untuk mendalami dinamika linguistik, masyarakat, dan filsafat China. Ketertarikannya berakar dari pengalaman akademis yang pernah dirasakannya di Shanghai, pusat keuangan China, tempat dia menghabiskan waktu selama enam bulan sebagai peneliti pascadoktoral di Akademi Ilmu Sosial Shanghai (Shanghai Academy of Social Sciences/SASS).
Selama berada di Shanghai, Aziz kerap melakukan penelitian di perpustakaan SASS dan mengunjungi berbagai lembaga akademik. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah melakukan penelitian lapangan di sejumlah desa di China.
"Saya rasa ini merupakan salah satu pengalaman paling menarik yang pernah saya alami dalam hidup saya," kenangnya.
Ke depan, Aziz memandang donasi buku tersebut sebagai langkah awal yang menjanjikan menuju kerja sama yang lebih luas dan terstruktur antara Perpusnas Indonesia dan lembaga-lembaga China.
Saat menguraikan bidang-bidang kemitraan yang prospektif, Aziz menyampaikan bahwa Perpusnas Indonesia memiliki manuskrip langka dan bersejarah dalam jumlah besar, yang memerlukan konservasi khusus.
"China memiliki teknologi canggih dalam melestarikan manuskrip tua, dan saya rasa ini adalah salah satu bidang yang dapat kita eksplorasi lebih jauh," ujarnya.
Aziz juga menyoroti pentingnya pertukaran keahlian di antara pustakawan kedua negara, serta praktik berbagi koleksi perpustakaan.
"China cukup maju dalam koleksi buku-buku baru. Indonesia juga perlu mendapatkan koleksi-koleksi ini dari China," ujarnya, seraya menambahkan bahwa diskusi yang lebih intensif antara Perpusnas Indonesia dan mitra-mitra dari China akan "menguntungkan" bagi masa depan.
Aziz mengatakan bahwa dialog yang lebih erat dan pertukaran yang lebih terstruktur antara Perpusnas Indonesia dan mitra-mitra dari China akan memberikan manfaat timbal balik serta semakin mempererat hubungan kedua negara.
Selesai
Oleh penulis Xinhua: Zhang Yisheng, Cao Kai, dan Cheng Yiheng
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

May Day 2026: Komitmen negara lindungi pekerja hingga ke tengah lautan
Indonesia
•
02 May 2026

Fokus Berita – Perkuat UMKM mustahik, BAZNAS luncurkan ZCorner
Indonesia
•
16 Mar 2024

SATRIA-1 sukses diluncurkan, mengorbit di atas Pulau Papua
Indonesia
•
19 Jun 2023

Satu WNI terluka dalam ledakan di Beirut
Indonesia
•
05 Aug 2020


Berita Terbaru

Usai lebih 5 bulan disandera di Somalia, 4 awak kapal MT Honour 25 asal Indonesia tiba di Tanah Air
Indonesia
•
07 Oct 2026

Bertahan di tengah karhutla, orang utan Novita alami luka bakar, akhirnya berhasil diselamatkan
Indonesia
•
29 Sep 2026

Menag, Sekjen Dewan Ulama Senior Al-Azhar bahas penguatan kerja sama pendidikan, dakwah
Indonesia
•
30 Sep 2026

Ketua Bidang Dakwah PBMA Dr. Hasani raih gelar profesor Tafsir Maqasidi
Indonesia
•
30 Sep 2026
