
Musala pertama berdiri di Pelabuhan Penghu Taiwan, pekerja migran kini punya tempat beribadah

Para nelayan migran Indonesia berfoto bersama Wakil Bupati Lin Chieh-hsing (keenam dari kanan) pada peresmian musala di Pelabuhan Perikanan Ketiga Magong, Kabupaten Penghu, Kamis (3/7/2026). (Foto: Asosiasi Perikanan Penghu)
Jakarta (Indonesia Window) – Sebuah kabar menggembirakan datang bagi para pekerja migran yang bekerja di sektor perikanan Taiwan.
Sebuah musala resmi dibuka di Pelabuhan Perikanan Ketiga Magong, Kabupaten Penghu, menghadirkan ruang ibadah sekaligus tempat menenangkan diri bagi para nelayan migran yang selama ini jauh dari keluarga dan kampung halaman.
Musala yang diresmikan pada Kamis (3/7) tersebut merupakan hasil inisiatif dan perjuangan Asosiasi Perikanan Penghu. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual, tetapi juga membantu para pekerja migran menghadapi tekanan hidup dan beratnya pekerjaan di laut.
Pada acara peresmian, Wakil Bupati Penghu Lin Chieh-hsing didampingi Kepala Biro Pertanian dan Perikanan Penghu Chen Kao-liang menyempatkan diri menemui para pekerja migran yang sedang tidak melaut.
Mereka menyapa para pekerja yang tengah berdoa di musala baru tersebut sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Lin mengapresiasi langkah Asosiasi Perikanan Penghu yang menghadirkan fasilitas ibadah tersebut.
Menurutnya, keberadaan musala memberikan ruang bagi para pekerja migran untuk melepas penat, memperkuat ketenangan batin, sekaligus sedikit mengobati kerinduan terhadap keluarga yang ditinggalkan di negara asal.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Perikanan Penghu, Yen Te-fu, menegaskan bahwa pekerja migran merupakan bagian yang sangat penting bagi keberlangsungan industri perikanan di wilayah itu.
Menurut Yen, para pekerja migran tidak hanya memikul tanggung jawab besar untuk menghidupi keluarga mereka, tetapi juga harus menghadapi tantangan bekerja di tengah kerasnya kehidupan di laut, sembari menjalani keseharian yang jauh dari orang-orang tercinta.
Karena itu, dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah atas dukungan yang memungkinkan pembangunan musala tersebut.
Dengan adanya fasilitas ini, para pekerja migran di Taiwan kini memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah dan mendapatkan ketenangan di sela-sela aktivitas mereka.
Yen berharap keberadaan musala juga mampu mempererat hubungan antara pekerja migran dan para pemilik kapal. Lingkungan kerja yang lebih nyaman, menurutnya, akan berdampak positif terhadap produktivitas sekaligus mendukung kemajuan industri perikanan Penghu secara keseluruhan.
Asosiasi Perikanan Penghu juga mengungkapkan bahwa pembangunan musala di Magong bukanlah langkah terakhir. Mereka berencana menghadirkan ruang ibadah serupa di kawasan Wai'an dan Wang'an di Kepulauan Penghu agar semakin banyak pekerja migran dapat beribadah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Dengan bertambahnya fasilitas tersebut, para nelayan migran diharapkan memiliki akses yang lebih mudah untuk menjalankan ibadah, memperoleh ketenangan batin, dan menjaga semangat selama bekerja di tengah lautan.
Sumber: Fokus Taiwan
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Delegasi Kemnaker RI sukses lakukan program pertukaran ke China, tinjau kota-kota besar
Indonesia
•
04 Jul 2023

KBRI Beijing sampaikan optimisme terhadap kerja sama pemerintah baru RI dengan China
Indonesia
•
03 Nov 2024

Konsumen global habiskan 316,2 triliun rupiah untuk ‘game’ seluler pada Q1 2022
Indonesia
•
07 Apr 2022

Diplomasi Indonesia untuk Palestina dan penguatan kemitraan dengan dunia Islam
Indonesia
•
15 Jan 2026


Berita Terbaru

Prabowo, Lukashenko luncurkan Peta Jalan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030
Indonesia
•
05 Jul 2026

Indonesia pusat jalur dagang dunia, bangkai kapal abad ke-18 di Norwegia ungkap fakta arkeologinya
Indonesia
•
29 Jun 2026

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026
