
Angka harapan hidup bayi di Korsel capai rekor tertinggi pada 2024

Orang-orang mengunjungi Istana Gyeongbokgung di Seoul, Korea Selatan, pada 5 Oktober 2025. (Xinhua/Jun Hyosang)
Rata-rata angka harapan hidup bayi di Korea Selatan yang lahir pada 2024 mencapai 83,7 tahun, naik 0,2 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Angka harapan hidup bayi di Korea Selatan (Korsel) mencapai rekor tertinggi tahun lalu, seperti ditunjukkan data dari Kementerian Data dan Statistik Korsel pada Rabu (3/12).Rata-rata angka harapan hidup bayi yang lahir pada 2024 mencapai 83,7 tahun, naik 0,2 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, menurut kementerian tersebut.Itu menandai angka tertinggi sejak data terkait mulai dikumpulkan pada 1970, ketika rata-rata harapan hidup mencapai 62,3 tahun.Angka harapan hidup meningkat secara stabil kecuali penurunan pertama pada 2022, yang dipengaruhi oleh pandemik COVID-19.Bayi laki-laki yang lahir pada 2024 diperkirakan akan hidup hingga 80,8 tahun, sementara bayi perempuan diperkirakan akan hidup hingga 86,6 tahun.Kesenjangan angka harapan hidup antara gender telah berkurang dari 8,6 tahun pada 1985 menjadi 7,3 tahun pada 2000 dan menjadi 5,8 tahun pada 2024.Rata-rata angka harapan hidup untuk anak laki-laki 2,3 tahun lebih lama dibandingkan rata-rata angka harapan hidup di antara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD), sementara angka harapan hidup untuk anak perempuan tercatat 2,9 tahun lebih lama.Data dari OECD juga menyebutkan, angka kematian yang dapat dicegah di Korea Selatan adalah 106 per 100.000 penduduk (lebih rendah dari rata-rata OECD sebesar 145); dengan angka kematian yang dapat diobati sebesar 45 per 100.000 penduduk (lebih rendah dari rata-rata OECD sebesar 77).Angka bunuh diri di Korea Selatan adalah 23 per 100.000 penduduk, dibandingkan dengan rata-rata OECD sebesar 11 kematian per 100.000 penduduk.Sebanyak 11,3 persen penduduk di Korea Selatan menilai kesehatan mereka buruk atau sangat buruk (rata-rata OECD 8,0 persen).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebih dari 36.000 orang dievakuasi di Fuzhou China akibat Topan Haikui
Indonesia
•
07 Sep 2023

Jepang kembali dilanda suhu 40 derajat Celsius, 287 orang masuk rumah sakit dalam sehari
Indonesia
•
22 Jul 2026

784 orang dirawat di rumah sakit pascagempa bumi di Gansu, China
Indonesia
•
22 Dec 2023

Lebih 500 juta orang di dunia terjebak kemiskinan ekstrem karena biaya kesehatan
Indonesia
•
14 Dec 2021


Berita Terbaru

Larangan medsos untuk anak di Australia sukses, pengguna turun 10 persen
Indonesia
•
31 Jul 2026

Kisah – Dua puluh tahun kemudian, akhirnya masuk Universitas Islam Madinah
Indonesia
•
01 Aug 2026

FIFA selidiki dugaan pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026, apa saja tuduhannya?
Indonesia
•
31 Jul 2026

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026
