Rasio elektrifikasi nasional 99,20 persen pada 2020

Rasio elektrifikasi nasional 99,20 persen pada 2020
Ilustrasi. Rasio elektrifikasi nasional pada 2020 mencapai 99,20 persen, dengan peningkatan di sektor rumah tangga sebesar 14,85 persen dalam enam tahun terakhir. (Pexels from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Rasio elektrifikasi nasional pada 2020 mencapai 99,20 persen, dengan peningkatan di sektor rumah tangga sebesar 14,85 persen dalam enam tahun terakhir.

Pada tahun 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen, menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, penambahan pembangkit listrik mencapai 2.866,6 megawatt (MW); transmisi listrik bertambah 2.648 kilometer sirkuit (kms); dan penambahan gardu induk sebesar 7.870 Mega Volt Ampere (MVA).

Selain itu, jaringan distribusi juga bertambah 27.434 kms, dan penambahan gardu distribusi mencapai 2.590 MVA.

Berdasarkan perhitungan pada akhir 2020, konsumsi listrik per kapita mencapai 1.089 kilowatt hour (kWh) atau 95 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 sebesar 1.142 kWh.

Tidak tercapainya target tersebut karena pandemik COVID-19 yang menyebabkan konsumsi listrik pada sektor industri dan bisnis menurun sepanjang 2020.

Sementara itu, System Average Interruption Duration Index (SAIDI) Nasional atau lama pemadaman listrik hanya 12,72 jam/pelanggan/tahun di bawah target 15 jam/pelanggan/tahun.

Sedangkan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) Nasional atau frekuensi pemadaman listrik hanya 9,25 kali/pelanggan/tahun di bawah target 10 kali/pelanggan/tahun.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here