Ramadan 1447 – Hari kedua bulan suci, PBB peringatkan krisis bantuan di Gaza

Pengungsi anak-anak Palestina terlihat sedang mengambil air di tempat penampungan sementara di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 23 September 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring masyarakat di Jalur Gaza menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para mitranya pada Kamis (19/2) mendesak dicabutnya pembatasan atas penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan masuknya pasokan bantuan dari Mesir masih sangat rendah akibat tingginya tingkat penolakan oleh otoritas Israel. Para mitra juga terus mendorong dimulainya kembali konvoi antarpemerintah dari Yordania guna memungkinkan pengiriman dalam volume yang lebih besar, termasuk pasokan pangan.

OCHA pada Rabu (18/2) menuturkan para mitra menyelaraskan waktu persiapan dan distribusi makanan dengan jam puasa Ramadan, serta menambahkan lebih banyak produk pangan segar dan protein ke dalam makanan yang dibagikan. Hingga pertengahan Februari, lebih dari 20 mitra memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 1,7 juta porsi makanan setiap hari melalui 180 dapur.

Kantor tersebut menyampaikan bahwa hingga Senin (16/2), para mitra telah menjangkau sekitar 670.000 orang melalui bantuan pangan umum bulanan untuk Februari. Namun, ukuran jatah tetap dikurangi menjadi 50 persen karena persediaan yang ada di wilayah tersebut tidak mencukupi untuk mempertahankan jatah yang lebih besar hingga akhir bulan.

Mengenai tempat penampungan darurat, OCHA menyebutkan bahwa antara 11-17 Februari, para mitra kemanusiaan menyediakan tenda, terpal, perlengkapan penutup darurat, pakaian, dan barang-barang esensial lainnya untuk 11.500 lebih rumah tangga di Kegubernuran Gaza Utara, Deir al Balah, dan Khan Younis. Badan-badan penampungan melaporkan bahwa bahan-bahan yang digunakan hanya memberikan perlindungan terbatas dan cepat rusak, sehingga menyerukan agar solusi hunian yang lebih tahan lama diizinkan masuk ke Gaza.

Laporan: Redaks

Bagikan

Komentar

Berita Terkait