
Trump makin tak dipercaya rakyatnya sendiri

Para demonstran berkumpul dalam aksi unjuk rasa di luar Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 19 April 2025. Ribuan demonstran pada Sabtu (19/4) turun ke jalan di berbagai kota di seluruh AS dalam apa yang disebut sebagai bagian dari 'Hari Aksi Nasional' untuk menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump dan ancaman terhadap demokrasi yang dirasakan. (Xinhua/Hu Yousong)
Masa jabatan kedua Trump akan mencapai 100 hari pertama pada 30 April, dengan mayoritas publik Amerika Serikat menentang beberapa inisiatif kebijakan utamanya, menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi AS, dan khawatir akan kemungkinan terjadinya resesi.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa di saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendekati 100 hari pertama dalam masa jabatan keduanya, tingkat kepuasan publik terhadap dirinya jatuh ke level terendah yang pernah dicapai oleh seorang presiden AS pada periode waktu yang sama dalam 80 tahun terakhir.Masa jabatan kedua Trump akan mencapai 100 hari pertama pada 30 April. Menurut jajak pendapat tersebut, mayoritas publik AS menentang beberapa inisiatif kebijakan utama Trump, menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi AS, dan khawatir akan kemungkinan terjadinya resesi.Jajak pendapat ini dilakukan oleh ABC News, The Washington Post, dan Ipsos pada 18-22 April, melibatkan 2.464 responden dewasa AS dalam survei berbahasa Inggris dan Spanyol melalui pengambilan sampel acak. Margin of error dari survei tersebut adalah plus atau minus 2 poin persentase, menurut laporan ABC News.Menurut jajak pendapat tersebut, hanya 39 persen responden mengaku puas dengan kinerja Trump sebagai presiden, turun 6 poin persentase sejak Februari tahun ini. Rekor kepuasan publik pada 100 hari pertama dalam masa jabatan pertama Trump, yang sebelumnya mencatat rekor terendah di angka 42 persen pada 2017, kini telah terlewati. Selain itu, 55 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Trump, mencatatkan rekor terburuk baru di antara semua presiden AS yang pernah menjabat dalam delapan dekade terakhir.Data lainnya dalam jajak pendapat ini juga menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan utama Trump sebagian besar ditentang oleh masyarakat AS:- 64 persen responden tidak menyetujui pendekatan Trump dalam memberlakukan tarif impor, dan 71 persen percaya bahwa kebijakan tarifnya akan memperburuk inflasi;
- 73 persen menilai situasi ekonomi AS buruk, 53 persen berpendapat ekonomi telah memburuk sejak Trump mulai menjabat, dan 72 persen khawatir kebijakan ekonominya dapat memicu resesi dalam jangka pendek;
- 62 persen percaya pemerintahan Trump tidak menghormati supremasi hukum, 65 persen berpikir pemerintahan Trump telah berusaha menghindari putusan pengadilan federal, dan 64 persen mengkritik perluasan kekuasaan presiden yang berlebihan;
- 60 persen responden mengatakan Trump telah menyimpang dari kepentingan mayoritas rakyat AS, dan 58 persen khawatir Trump terlalu melemahkan fungsi-fungsi pemerintah federal.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China dan dunia Arab terus perkuat kerja sama selama 70 tahun era baru
Indonesia
•
04 Dec 2022

NYT: AS hadapi krisis penyusutan air tanah yang parah
Indonesia
•
07 Sep 2023

Rusia: Keanggotaan baru DK PBB harus diberikan kepada negara berkembang
Indonesia
•
29 Nov 2023

Feature – Warga Gaza berjuang hadapi lonjakan harga dan kelangkaan uang tunai
Indonesia
•
24 Jun 2025


Berita Terbaru

Netanyahu terdesak, oposisi unggul dalam ‘exit poll’, tetapi mayoritas masih buntu
Indonesia
•
28 Oct 2026

Fokus Berita – Pemilu Israel di tengah operasi militer, warga Palestina khawatir kehidupan kian sulit
Indonesia
•
28 Oct 2026

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026
