Pusat komersial di Saudi buka 24 jam-tujuh hari sepekan

Pusat komersial di Saudi buka 24 jam
Sebuah pusat perbelanjaan di Jeddah, Arab Saudi. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Pusat-pusat komersial di Arab Saudi yang melayani masyarakat lokal dan para pengunjung akan dibuka selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Laporan dari Saudi Gazette yang dikutip di Jakarta, Senin menyebutkan bahwa keputusan tersebut akan diberlakukan secara efektif pada Rabu (1/1/2020).

Kementerian Urusan Kota bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri telah mensyaratkan para pengelola tempat-tempat komersial untuk memasang kamera 24 jam sehari untuk mendapatkan izin operasional selama sehari dan sepekan penuh.

Selain itu, Kementerian Urusan Kota berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial guna memastikan bahwa para pekerja tidak dipaksa bekerja lebih dari jam kerja biasa.

Biaya yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk beroperasi penuh selama 24 jam dan tujuh hari tergantung pada area toko dan jenis kegiatan tidak boleh melebihi 100.000 riyal Saudi (1 riyal Saudi=3.710 rupiah).

Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan membebaskan delapan kegiatan dari biaya tersebut, termasuk apotek, ruang pernikahan, rumah peristirahatan, kegiatan medis, kegiatan pendidikan, pompa bensin (hanya untuk mengisi bahan bakar), hotel, suite hotel dan resor.

Sebelumnya, penjabat Menteri Urusan Kota dan Pedesaan Majed Al-Qasabi mengkonfirmasi bahwa mengizinkan kegiatan komersial berfungsi 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan akan meningkatkan kualitas hidup di Arab Saudi.

Akun resmi Visi Kerajaan Arab Saudi 2030 telah memastikan bahwa mengizinkan kegiatan komersial berfungsi sepanjang hari dan pekan akan berkontribusi dalam mencapai visi tersebut.

Sistem operasional kegiatan komersial tersebut diharapkan menurunkan tingkat pengangguran menjadi tujuh persen, menaikkan peringkat ekonomi Saudi ke posisi 15 di dunia, memasukkan tiga kota Saudi di antara 100 kota terbaik di dunia, dan meningkatkan pendapatan bukan minyak sebesar 1 triliun riyal Saudi setiap tahun.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here