Indonesia-Saudi dorong kerja sama ekonomi dan investasi halal

Indonesia-Saudi dorong kerja sama ekonomi dan investasi halal
Gedung-gedung pencakar langit di Makkah, Arab Saudi. (Photo by Haidan Soendawy on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia dan Arab Saudi mendorong kerja sama ekonomi dan investasi halal bagi kepentingan Bersama dua negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Konsul Jenderal RI di Jeddah, Mohamad Hery Saripudin dalam pidatonya pada Forum Investasi Halal 2019 di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (18/9), demikian laporan dari Saudi Gazette.

“Forum ini sejalan dengan ambisi pemerintah Saudi sebagaimana ditetapkan dalam Visi 2030, salah satunya adalah mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak,” katanya.

Konjen Hery menambahkan bahwa acara tersebut adalah forum “pemanasan” bagi pengusaha dan calon investor Saudi sebelum menghadiri Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) di Jakarta pada November 2019, dan Halal Summit yang dijadwalkan akan diadakan di Jakarta pada November 2020.

Sementara itu, Direktur Urusan Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rizal Purnama, mengatakan potensi dan peluang industri halal global cukup besar dan menjanjikan dengan nilai total mencapai sekitar 2,1 triliun dolar AS.

“Ini menjadikan industri halal salah satu segmen konsumen yang tumbuh paling cepat di dunia,” ujarnya.

Rizal mengatakan Arab Saudi tetap menjadi pemimpin yang kuat dalam ekonomi Islam.

“Sekarang (Saudi) berada di peringkat keempat untuk keuangan Islam, dengan hampir  500 juta dolar AS aset di 129 lembaga keuangan Islam, dan peringkat di antara 10 teratas untuk farmasi dan kosmetik,” imbuhnya.

Menurut dia, posisi Saudi sebagai pusat dunia Muslim dan Visi 2030 yang mendiversifikasi ekonomi, kerajaan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi entitas terkemuka di industri halal.

Forum Investasi Halal menyediakan platform untuk kerja sama bisnis yang bertujuan memperbesar kapasitas produksi industri halal Indonesia dalam memasuki pasar ekspor, khususnya Arab Saudi dan daerah tetangga.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here