Proyek pembangunan satelit multifungsi SATRIA-1 capai 33 persen

Proyek pembangunan satelit multifungsi SATRIA-1 capai 33 persen
Ilustrasi. (Gilles Rolland-Monnet on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Proses pembangunan satelit multifungsi SATRIA-1 beserta sistemnya sejauh ini sudah mencapai 33 persen, dan direncanakan bisa selesai pada 2023.

“Saat ini masih pada jadwal dan pembiayaan yang disepakati bersama,” kata Direktur Umum Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, Rabu.

Pembangunan satelit SATRIA-1 menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Konsorsium Pasifik Satelit Nusantara yang memenangkan tender satelit, terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

Konstruksi satelit tersebut dikerjakan oleh pabrikan Perancis, Thales Alenia Space.

Sementara itu, struktur pembiayaan SATRIA-1 terdiri dari porsi ekuitas (22 persen) senilai 114 juta dolar Amerika Serikat dan porsi pinjaman (78 persen) senilai 431 juta dolar AS.

Porsi pinjaman tersebut berasal dari sindikasi BPI France dan dukungan lain, diantaranya dari HSBC Continental Europe, Banco Santander dan the Korea Development Bank.

Menurut PSN, peluncuran satelit SATRIA-1 ditargetkan pada kuartal kedua 2023 dan bisa beroperasi secara komersial paling lambat pada 17 November 2023.

Selain satelit, PSN juga membuat stasiun pengendali di bumi, yang pertama mulai dibangun di Cikarang, Provinsi Jawa Barat.

Bangunan tersebut terdiri atas stasiun kontrol utama Primary Satellite Center dan pusat jaringan Network Operations Center.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun kontrol cadangan Back-up Satellite Control Center di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Stasiun bumi untuk SATRIA-1 juga akan dibangun di Batam (Kepulauan Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), Tarakan (Kalimantan Utara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Manado (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), serta Timika dan Jayapura (Papua).

Pembangunan satelit dan stasiun di bumi dilakukan secara bersamaan agar ketika SATRIA-1 sudah mengorbit, maka seluruh teknologi ini dapat digunakan untuk mengadakan akses internet di 150.000 titik layanan publik di Tanah Air.

Stasiun di bumi dijadwalkan selesai dan bisa dioperasikan pada Maret 2023, sehingga satelit bisa digunakan pada November 2023.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here