
Tim peneliti Taiwan analisis penyebab topan super di luar musim

Ilustrasi. Interaksi laut-atmosfer memanaskan Pasifik Timur Laut dan kehangatan tersebut mencapai Pasifik tengah, sehingga mengurangi sirkulasi Walker (pergerakan udara horizontal maupun vertikal di Pasifik khatulistiwa), dan mengakibatkan sirkulasi laut dalam bergerak ke timur.(Daniel Lerman on Unsplash)
Topan super di musim dingin lebih mungkin terjadi ketika siklus matahari diperkuat oleh interaksi atmosfer dan lautan.
Taipei, Taiwan (Indonesia Window) – Topan super di musim dingin lebih mungkin terjadi ketika siklus matahari diperkuat oleh interaksi atmosfer dan lautan, menurut tim peneliti dari National Taiwan Normal University (NTNU) di Taipei.Pada presentasi Selasa (7/11), Wu Chau-ron, seorang profesor di Departemen Ilmu Bumi NTNU, mengatakan timnya menemukan dalam penelitian baru-baru ini bahwa aktivitas matahari dapat menyebabkan topan atau bahkan topan super di luar musim, meskipun suhu permukaan laut lebih rendah.Penelitian yang dilakukan bersama oleh tim Wu dan tim yang dipimpin oleh Yu Jin-yi, profesor Ilmu Sistem Bumi di Universitas California, Irvine, tersebut mengumpulkan data pelacakan untuk 402 topan super di luar musim di wilayah Pasifik Utara bagian barat dari tahun 1945 hingga 2018.Wu mengatakan, berdasarkan temuan mereka, topan super yang terjadi di luar musim topan normal dapat mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan harta benda.Contoh topan super jenis ini adalah Topan Haiyan pada tahun 2013, tambah Wu.Studi tersebut mengamati tiga kondisi yang menyebabkan topan di luar musim, yang pertama adalah siklus matahari, menurut Wu.Setiap 11 tahun, kutub magnet matahari mengubah polaritasnya, dan bumi memperoleh lebih banyak momentum, memanaskan tropopause, yang menyebabkan Sel Hadley dan angin pasat timur laut melemah, kata Wu.Sel Hadley adalah sirkulasi yang kuat, langsung, asimetris, dan berada vertikal di garis lintang rendah (0° hingga 30°). Artinya, sel Hadley berada di khatulistiwa atau daerah tropis bumi dan subtropis bumi.Kedua, lanjutnya, kondisi atmosfer seperti pemanasan global memperkuat hubungan antara zona subtropis dan tropis, sehingga meningkatkan hubungan antara siklus matahari dan pembentukan angin topan.Ketiga, interaksi laut-atmosfer memanaskan Pasifik Timur Laut dan kehangatan tersebut mencapai Pasifik tengah, sehingga mengurangi sirkulasi Walker (pergerakan udara horizontal maupun vertikal di Pasifik khatulistiwa), dan mengakibatkan sirkulasi laut dalam bergerak ke timur.Interaksi seperti itu juga melemahkan pergeseran angin vertikal sehingga memfasilitasi pembentukan topan di luar musim, menurut Wu.Ketika topan terbentuk lebih jauh ke arah timur di luar musim dan kurangnya aliran arah, topan bergerak lebih lambat, yang berarti lebih banyak energi dan air diserap dari lautan, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya topan super, kata Wu.Wu menambahkan bahwa saat Bumi menghadapi periode matahari aktif selama dua tahun ke depan, kemungkinan terjadinya topan super lebih besar dan masyarakat harus tetap waspada.Studi ini dipublikasikan di jurnal npj Climate and Atmospheric Science pada akhir Oktober 2023.Sumber: Focus TaiwanLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan dua satelit baru
Indonesia
•
25 Nov 2024

Jumlah lumba-lumba tanpa sirip Yangtze di China lampaui 1.200 ekor
Indonesia
•
01 Mar 2023

Perubahan iklim berpotensi pangkas populasi rusa Arktika hingga 80 persen pada 2100
Indonesia
•
19 Aug 2025

Echidna Paruh Panjang Attenborough ditemukan kembali di Papua
Indonesia
•
14 Nov 2023


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
