
Sekjen PBB peringatkan Solusi Dua Negara "hampir capai titik kritis"

Seorang anak Palestina, Ahmed Khaled Hijazi (kiri), terlihat di antara reruntuhan di Kota Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 27 April 2025. Anak berusia tujuh tahun ini kehilangan mata kanannya akibat terkena sisa-sisa peledak militer Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Prospek solusi dua negara saat ini berisiko memudar hingga hilang dan komitmen politik terhadap tujuan jangka panjang ini semakin jauh dibandingkan sebelumnya.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (29/4) memperingatkan bahwa solusi dua negara terkait masalah Palestina "hampir mencapai titik kritis."Dalam pernyataannya di debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina, Guterres menyampaikan bahwa kawasan itu sedang mengalami perubahan fundamental, yang ditandai dengan kekerasan dan ketidakstabilan, tetapi juga peluang dan potensi, dan "perdamaian Timur Tengah yang sepenuhnya berkelanjutan bergantung pada satu persoalan utama" – solusi dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan secara damai dan aman, dengan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara.Namun, prospek solusi dua negara saat ini "berisiko memudar hingga hilang" dan "komitmen politik terhadap tujuan jangka panjang ini semakin jauh dibandingkan sebelumnya," ujar Guterres.Sekjen PBB tersebut menyatakan bahwa sejak serangan teror yang dilancarkan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, situasi semakin memburuk pada setiap aspek - konflik dan penghancuran yang tidak berkesudahan di Gaza, operasi militer Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan kekerasan pemukim yang terus berlanjut pada tingkat yang sangat tinggi di tengah iklim impunitas.
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City pada 24 April 2025. Seiring dengan semakin intensifnya mediasi regional dan internasional untuk mencapai gencatan senjata permanen di Jalur Gaza, banyak warga Palestina menyuarakan secercah harapan agar upaya diplomatik saat ini akan membawa perdamaian yang berkelanjutan dan bantuan bagi komunitas mereka yang terdampak perang. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

49 negara nikmati visa wisata Saudi untuk pertama kali
Indonesia
•
27 Sep 2019

Buka kembali wilayah udaranya, Qatar konfirmasi satu rudal Iran hantam pangkalan udara AS
Indonesia
•
24 Jun 2025

Analisis – Mengapa semakin banyak negara Eropa Akui Negara Palestina?
Indonesia
•
24 Sep 2025

Arab Saudi negara G20 teraman
Indonesia
•
03 Dec 2020


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
