
Tim ilmuwan China ungkap rantai sinyal lengkap respons panas padi dan identifikasi gen kunci

Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 19 November 2025 ini menunjukkan mesin pemanen dioperasikan di sawah padi musim panen akhir (late rice field) di Yuyao, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Zhang Hui)
Pemuliaan galur padi dapat meng-upregulasi gen perlindungan panas yang membantu sel mempertahankan aktivitas protein fotosintesis, memperbaiki kerusakan oksidatif, dan meningkatkan sistem respons panas yang komprehensif.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China telah mengidentifikasi gen-gen kunci dan jalur molekuler yang memungkinkan padi untuk merasakan dan beradaptasi dengan suhu tinggi, yang mengarah pada keberhasilan pemuliaan galur padi yang dapat menoleransi suhu tinggi.Kemajuan ilmiah ini menghadirkan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah pemanasan global.Penelitian tersebut, yang dilakukan secara kolaboratif oleh Pusat Keunggulan Ilmu Tanaman Molekuler di Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Jiao Tong Shanghai, dan Laboratorium Guangzhou, dipublikasikan pada Rabu (3/12) dalam jurnal terkemuka Cell.Lin Hongxuan, ilmuwan utama dalam tim tersebut, menjelaskan mekanisme yang dilakukan padi untuk merasakan dan beradaptasi dengan suhu tinggi. Ketika terpapar panas, sebuah enzim kunci, yaitu diasilgliserol kinase 7 (DGK7), pada membran sel tanaman menjadi aktif, menghasilkan pembawa pesan lipid asam fosfatidat (phosphatidic acid/PA), yang bertindak sebagai ‘alarm kimiawi’.PA kemudian mengaktifkan fosfodiesterase yang bergantung pada logam (metal-dependent phosphodiesterase/MdPDE1), dan mereka bergerak ke nukleus, menurunkan tingkat adenosin monofosfat siklik (cyclic adenosine monophosphate/cAMP). Pengurangan ini memprogram ulang ekspresi gen, melakukan upregulasi terhadap gen perlindungan panas yang membantu sel mempertahankan aktivitas protein fotosintesis, memperbaiki kerusakan oksidatif, dan meningkatkan sistem respons panas yang komprehensif.Setelah memetakan jalur persinyalan lengkap dari persepsi membran hingga regulasi gen, tim peneliti itu menetapkan DGK7 dan MdPDE1 sebagai target pemuliaan presisi.Uji coba lapangan yang dilakukan dalam kondisi yang meniru panas menunjukkan bahwa galur padi yang dimodifikasi secara genetik dengan gen tunggal untuk DGK7 atau MdPDE1 menghasilkan panen sekitar 50 persen lebih banyak dibandingkan tanaman kontrol. Secara khusus, galur gen ganda yang menggabungkan DGK7 dengan gen yang dapat menoleransi panas (TT2) menghasilkan panen hampir dua kali lipat, meningkatkan kualitas bulir, dan mempertahankan pertumbuhan normal.Studi ini membangun kerangka teori dan perangkat genetik yang krusial untuk mengembangkan varietas tanaman pangan yang mampu menoleransi panas, termasuk padi, gandum, dan jagung. Studi tersebut membuka jalan baru untuk merancang tanaman yang disesuaikan dengan kondisi iklim yang beragam, sehingga memperkuat ketahanan pangan global di dunia yang semakin memanas, menurut para pakar industri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti rancang perangkat wearable untuk latihan jalan resistansi menyamping
Indonesia
•
13 Oct 2023

Raksasa teknologi Huawei China bantu Thailand jadi pusat pengembangan AI regional
Indonesia
•
21 Dec 2023

Tim ekspedisi China capai puncak tertinggi dunia untuk penelitian ilmiah
Indonesia
•
23 May 2023

Ilmuwan China biakkan galur babi berkualitas tinggi baru
Indonesia
•
20 May 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
