
Singapura hapus 1.288 produk kesehatan ilegal dari platform daring

Orang-orang mengamati instalasi cahaya dalam pratinjau pertunjukan cahaya bertajuk 'i Light Singapore' di area Marina Bay, Singapura, pada 27 Mei 2025. (Xinhua/Then Chih Wey)
Produk kesehatan ilegal dari platform perdagangan elektronik (e-commerce) di Singapura dan media sosial antara Desember 2024 dan Mei 2025, dihapus.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) - Otoritas Ilmu Kesehatan (Health Sciences Authority) Singapura telah menghapus 1.288 cantuman produk kesehatan ilegal dari platform perdagangan elektronik (e-commerce) setempat dan media sosial antara Desember 2024 dan Mei 2025, ungkap lembaga itu dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/6).Peringatan telah diberikan kepada 732 penjual, termasuk penjual berusia 18 tahun yang kedapatan mempromosikan dan menjual lensa kontak yang tidak terdaftar.Tiga kategori produk ilegal yang paling banyak ditemukan dan dihapus yaitu obat-obatan untuk kondisi kulit dan rambut, yang menyumbang 37 persen dari total temuan tersebut; krim, tablet, dan kapsul antibiotik, antijamur, dan antivirus, yang menyumbang 15 persen; dan lensa kontak yang tidak terdaftar, menyumbang 13 persen.Dari 1.288 temuan produk yang dihapus tersebut, sebanyak 644 di antaranya merupakan obat resep.Produk-produk semacam itu kerap kali dibeli oleh para konsumen yang melakukan swamedikasi, kata otoritas tersebut, sembari memperingatkan bahwa membeli obat resep secara daring menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Obat-obatan itu mengandung bahan yang sangat kuat dan hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis yang memadai.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Sejumlah bayi baru lahir di Gaza tewas akibat cuaca dingin dan minimnya tempat berlindung
Indonesia
•
02 Jan 2025

Bank Dunia dorong strategi gender, luncurkan target baru untuk 2030
Indonesia
•
26 Oct 2024

Simpanse di Spanyol terpilih jadi finalis Penghargaan Kepribadian Unik Satwa Liar
Indonesia
•
07 Sep 2023

26 anak meninggal akibat malnutrisi di Badakhshan, Afghanistan
Indonesia
•
30 Aug 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
