Presiden tekankan penguatan iklim investasi, pangkas regulasi penghambat, terapkan standar global

Menteri Investasi Rosan Roeslani memberikan keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026. (Sekretariat Kabinet RI)

Minat investor pada Indonesia tetap tinggi dan menunjukkan tren yang sangat positif di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kondusivitas iklim investasi nasional guna mempercepat pertumbuhan investasi dalam negeri secara berkelanjutan.

 Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa ( 21/4).

 Rosan menyampaikan bahwa minat investor pada Indonesia tetap tinggi dan menunjukkan tren yang sangat positif di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis.

 Hal tersebut tercermin dari realisasi investasi yang terus berjalan baik dengan peningkatan target yang cukup signifikan dalam satu dekade terakhir.

 “Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geokonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi, masih sangat-sangat baik, dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan, walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” tutur Rosan.

 Lebih lanjut, Rosan menuturkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan kondisi tersebut harus terus dijaga dan realisasi invetasi dalam negeri harus segera diakselerasi.

 Oleh karena itu, Kepala Negara meminta untuk menjaga iklim investasi dalam negeri tetap kondusif dan tidak terhambat oleh regulasi yang tidak efisien.

 “Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat, peraturan-peraturan kita yang justru menghambat, pertek-pertek (persetujuan teknis) itu juga harus, kata Bapak Presiden itu juga harus apabila menghambat itu tidak perlu ada,” jelas Rosan.

 Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa dalam meningkatkan kualitas iklim investasi tersebut, Presiden Prabowo juga mendorong upaya pembenahan kebijakan dengan mengacu pada praktik terbaik internasional.

 Hal tersebut termasuk dengan melakukan perbandingan dengan negara-negara ASEAN serta standar Organisation for Economic Co-operation and Development(OECD).

 “Jadi tingkatkan terus, tadi Bapak Presiden sampaikan iklim investasi yang ada di Indonesia kita lihat benchmarkingnya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD, dan yang lain-lainnya,” imbuhnya.

 Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 Dengan iklim investasi yang semakin efisien, transparan, dan kompetitif, Indonesia tidak hanya menjaga kepercayaan investor, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi menuju nilai tambah yang lebih tinggi.

 Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait