
Mesir dan Irak desak tekanan internasional untuk wujudkan gencatan senjata Gaza

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi (kanan) dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' al-Sudani (kiri) yang sedang melakukan kunjungan pada Selasa (27/8/2024) menyerukan agar masyarakat internasional secara intensif menekan penyelesaian perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. (Xinhua)
Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' al-Sudani yang sedang melakukan kunjungan pada Selasa (27/8) menyerukan agar masyarakat internasional secara intensif menekan penyelesaian perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' al-Sudani yang sedang melakukan kunjungan pada Selasa (27/8) menyerukan agar masyarakat internasional secara intensif menekan penyelesaian perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.Dalam sebuah pertemuan di Kota New Alamein, Mesir barat laut, kedua pemimpin tersebut saling bertukar pandangan mengenai cara-cara untuk membantu Timur Tengah mengatasi krisis-krisis serius yang mengancam stabilitas dan kapabilitas regional, serta bersama-sama mendorong de-eskalasi regional yang tenang, kata Kepresidenan Mesir dalam pernyataannya.Mereka menegaskan perlunya mengakhiri bencana kemanusiaan di Jalur Gaza dan menghentikan eskalasi serangan Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat, menurut pernyataan itu.Mereka juga menyerukan peluncuran jalur politik serius yang menjamin hak-hak masyarakat Palestina yang sah dan adil untuk membangun negara independen di sepanjang perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, untuk membangun perdamaian, keamanan, dan pembangunan di kawasan itu, papar pernyataan itu.
Warga Gaza berkumpul untuk mendapatkan bantuan makanan di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 26 Agustus 2024. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) pada Jumat (23/8) mengatakan bahwa mitra-mitra kemanusiaan yang bekerja untuk menyediakan nutrisi melaporkan bahwa jumlah anak di Gaza utara yang didiagnosis menderita malanutrisi akut melonjak lebih dari 300 persen bulan lalu dibanding Mei, dan naik lebih dari 150 persen di Gaza selatan. Tanpa kelancaran akses kemanusiaan yang memungkinkan peningkatan bantuan secara signifikan, masalah kelaparan dan malnutrisi hanya akan semakin memburuk. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Shigeru Ishiba terpilih sebagai ketua baru LDP Jepang
Indonesia
•
29 Sep 2024

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026

Sedikitnya 5 orang tewas dalam insiden penembakan di Islamic Center San Diego, AS
Indonesia
•
19 May 2026

Finlandia tolak klaim Trump atas Greenland, tegaskan pulau itu milik Denmark
Indonesia
•
09 Jul 2026


Berita Terbaru

Irak bersiap akhiri kehadiran militer asing, 30 September jadi tenggat tegas
Indonesia
•
13 Aug 2026

Wabah Ebola di RD Kongo jadi terbesar kedua dalam sejarah, 2.061 orang meninggal
Indonesia
•
13 Aug 2026

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026
