Presiden Iran sebutkan prasyarat untuk akhiri perang dengan AS-Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato pada peringatan 47 tahun Revolusi Islam 1979 di Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Shadati)

Angkatan bersenjata Iran memperingatkan bahwa mereka akan melancarkan serangan balasan besar-besaran jika AS menyerang pelabuhan-pelabuhan Iran.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (11/3) mengatakan bahwa "satu-satunya cara" untuk mengakhiri perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah "mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan."

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Pezeshkian menyatakan "komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan tersebut."

Sebelumnya pada hari yang sama, angkatan bersenjata Iran memperingatkan bahwa mereka akan melancarkan serangan balasan besar-besaran jika AS menyerang pelabuhan-pelabuhan Iran.

Abolfazl Shekarchi, juru bicara angkatan bersenjata Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, setelah Komando Pusat AS mengunggah pesan di akun berbahasa Persia mereka di X, menyerukan kepada warga sipil di Iran untuk segera menjauhi fasilitas pelabuhan di mana angkatan laut Iran sedang melakukan operasi.

"Jika AS melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik di Teluk Persia yang akan berada di luar jangkauan kami," kata Shekarchi.

Pada 28 Februari, Israel dan AS memulai serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait