
Presiden Iran sebut negaranya tidak mencari perang dengan negara Muslim

Foto dokumentasi menunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Shadati)
Presiden Pezeshkian menuding AS dan Israel sebagai penyebab ketegangan yang muncul antara Iran dan negara-negara Muslim di Timur Tengah.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (20/3) mengatakan bahwa negaranya tidak mencari perang dengan negara-negara Muslim, sebut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadan, dan Nowruz, awal tahun baru Iran yang jatuh pada 21 Maret.
Menyinggung ketegangan baru-baru ini antara Iran dan beberapa negara Arab pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Pezeshkian mengatakan, "Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami."
Dia menuding AS dan Israel sebagai penyebab ketegangan yang muncul antara Iran dan negara-negara Muslim di Timur Tengah.
Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran siap menyelesaikan semua masalah dengan para tetangganya, mengusulkan pembentukan struktur keamanan yang terdiri dari negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu.
"Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim, dan dalam kerangka itu, mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik kami," ujarnya.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, dan mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei telah mengeluarkan fatwa yang melarang senjata atom. Pezeshkian menambahkan bahwa tidak ada pejabat di Iran yang dapat bergerak menuju pengembangan senjata pemusnah massal.
Namun demikian, dia mengatakan AS berupaya menghasut dunia bahwa Iran sedang bergerak menuju senjata nuklir.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran menanggapi dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kebijakan Barat untuk kekang Rusia dapat picu bentrokan antarkekuatan nuklir
Indonesia
•
28 Dec 2022

Haji1441 – WHO puji Arab Saudi atas penyelenggaraan haji yang aman
Indonesia
•
31 Jul 2020

Rusia jalin hubungan dengan Iran dalam kunjungan Putin ke Teheran
Indonesia
•
20 Jul 2022

Israel peringatkan Hamas terima kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan AS, "atau dihancurkan"
Indonesia
•
31 May 2025


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026

Masalah baru Israel bukan rudal Iran, melainkan 72 pesawat AS yang padati bandara
Indonesia
•
15 Jun 2026
