
Xi tekankan peningkatan strategi nasional dan kemampuan strategis terintegrasi

Presiden China Xi Jinping, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) sekaligus Ketua Komisi Militer Sentral China, berpartisipasi dalam sebuah pembahasan bersama para perwakilan dari delegasi Provinsi Jiangsu, dalam sesi pertama Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) ke-14 di Beijing, ibu kota China, pada 5 Maret 2023. (Xinhua/Li Xueren)
Presiden China Xi Jinping menekankan landasan baru untuk memperkuat strategi nasional dan kemampuan strategis terintegrasi, guna meningkatkan angkatan bersenjata negara itu ke standar kelas dunia dengan lebih cepat.
Beijing, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping pada Rabu (8/3) menekankan landasan baru untuk memperkuat strategi nasional dan kemampuan strategis terintegrasi.Xi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) sekaligus Ketua Komisi Militer Sentral, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat pleno dengan delegasi Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) dan Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat (People's Armed Police Force), selama sesi pertama Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) ke-14, yang merupakan badan legislatif nasional China.Mengonsolidasikan dan meningkatkan strategi nasional dan kemampuan strategis yang terintegrasi memiliki arti penting dalam membangun negara sosialis modern di segala bidang dan memajukan peremajaan besar bangsa China di semua lini, serta dalam mencapai tujuan seratus tahun PLA pada 2027 dan meningkatkan angkatan bersenjata ke standar kelas dunia dengan lebih cepat, kata Xi.Menyoroti tujuan dari memaksimalkan kemampuan strategis nasional China, Xi menyerukan upaya untuk mengintegrasikan tata letak strategis, sumber daya dan kekuatan di semua bidang, dalam upaya meningkatkan kekuatan keseluruhan China secara sistematis guna mengatasi risiko strategis, menjaga kepentingan strategis dan mewujudkan tujuan strategis.Xi mendesak upaya untuk memajukan inovasi kolaboratif dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dengan fokus pada inovasi independen dan orisinal, sehingga kemandirian dan kekuatan tingkat tinggi dalam iptek dapat dibangun lebih cepat.Kemampuan strategis di bidang-bidang yang sedang berkembang harus didukung guna mengejar keunggulan baru dalam pembangunan nasional dan kompetisi internasional, dan ketahanan rantai industri serta pasokan harus terus ditingkatkan, kata Xi.Xi memerintahkan upaya untuk mengoordinasikan pembangunan infrastruktur utama, mempercepat pembangunan cadangan nasional, dan menjadikan cadangan tersebut lebih andal dalam menjaga keamanan nasional.Mengonsolidasikan dan meningkatkan strategi nasional serta kemampuan strategis yang terintegrasi harus menarik momentum dari reformasi dan inovasi, tegas Xi, mendesak lebih banyak kemajuan dalam hal ini.Xi juga menyerukan upaya untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan pengabdian yang kuat untuk membangun dan menjaga pertahanan negara di masyarakat demi menghimpun kekuatan untuk mengonsolidasikan dan meningkatkan strategi nasional dan kemampuan strategis nasional yang terintegrasi serta membangun negara yang kuat dengan militer yang hebat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pezeshkian: Iran siap berdialog, tetapi tak bisa dipaksa menyerah
Indonesia
•
08 Aug 2026

Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam kondisi "sangat kritis" saat diplomasi berlanjut
Indonesia
•
12 May 2026

China siap tingkatkan kerja sama dengan Qatar di bidang energi, keuangan, dan investasi
Indonesia
•
10 Dec 2022

China peringatkan Filipina tentang bahaya penempatan sistem rudal AS jangka panjang
Indonesia
•
15 Feb 2025


Berita Terbaru

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses ke pendidikan dasar
Indonesia
•
15 Sep 2026
