Biden sambut Zelensky di Gedung Putih, tegaskan kembali perlunya Kongres setujui bantuan untuk Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 21 Desember 2022. (Xinhua/Liu Jie)

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan kembali perlunya Kongres menyetujui permintaan pemerintahannya untuk menyediakan lebih banyak dana guna membantu Ukraina mengalahkan Rusia.

 

Washington, AS (Xinhua) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (12/12) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih. Pada kesempatan itu, Biden menegaskan kembali perlunya Kongres menyetujui permintaan pemerintahannya untuk menyediakan lebih banyak dana guna membantu Ukraina mengalahkan Rusia.

Duduk di Kantor Oval bersama presiden Ukraina itu dan berbicara di hadapan pers, Biden menyebut momen ini sebagai “titik perubahan nyata dalam sejarah,” seraya menambahkan bahwa “Kongres harus menyetujui dana tambahan untuk Ukraina sebelum mereka memasuki periode reses.”

Dia mengatakan bahwa tindakan anggota parlemen di Capitol Hill yang menolak untuk menyetujui bantuan senilai lebih dari 60 miliar dolar AS untuk Kiev sama saja dengan memberikan Rusia “hadiah Natal terbaik.”

Diusulkan sejak akhir Oktober oleh Biden, keseluruhan permintaan anggaran tambahan tersebut masih ditentang oleh Partai Republik, baik di Senat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, dengan para anggota Partai Republik menjadikan pemenuhan permintaan mereka perihal peningkatan kebijakan keamanan perbatasan sebagai syarat untuk bantuan Ukraina.

Zelensky, yang sedang dalam perjalanan ketiganya ke Washington sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022, berterima kasih kepada AS atas dukungannya dan meminta rakyat AS untuk yakin bahwa Ukraina “bisa menang.”

Pemimpin Ukraina tersebut juga menyinggung kesepakatan yang dicapai antara dirinya dan Biden dalam kunjungan terakhirnya di Washington pada September lalu bahwa AS dan Ukraina akan berkolaborasi dalam produksi senjata bersama. “Kami akan mendiskusikan cara untuk mempercepat hal ini,” kata Zelensky.

Sebelum para jurnalis diminta untuk keluar dari ruangan agar Biden dan Zelensky dapat memulai pembicaraan bilateral formal mereka, Biden memberi tahu mereka bahwa dia baru saja menandatangani penarikan senjata untuk Ukraina menggunakan otoritas kepresidenannya.

Sesuai arahan Biden, Departemen Pertahanan AS akan memberikan paket senjata dan peralatan tambahan senilai 200 juta dolar AS.

Sebelum bertemu Biden, Zelensky berada di Capitol Hill, bertemu dengan para anggota parlemen untuk meminta lebih banyak bantuan bagi negaranya.

1 dolar AS = 15.631 rupiah

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan