
Tim ilmuwan China luncurkan proyek untuk lindungi ikan yang terancam punah

Orang-orang menangkap ikan di Danau Wolong di wilayah Kangping, Shenyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 11 Januari 2025. Musim budaya dan pariwisata bertema penangkapan ikan musim dingin dimulai di Shenyang pada Sabtu (11/1). (Xinhua/Li Gang)
Populasi bahaba China, yang juga disebut ikan bibir kuning, di alam liar telah menurun secara signifikan selama 50 tahun terakhir.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China meluncurkan proyek konservasi untuk spesies ikan bahaba China yang berstatus sangat terancam punah (critically endangered) di wilayah Huidong, Provinsi Guangdong, China selatan.Bahaba China, yang dimasukkan ke dalam daftar hewan di bawah perlindungan nasional tingkat pertama di China pada 2021, juga tercatat sebagai hewan yang sangat terancam punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN)."Menurut IUCN, populasi bahaba China, yang juga disebut ikan bibir kuning, di alam liar telah menurun secara signifikan selama 50 tahun terakhir," kata Huang Honghui, seorang peneliti di Institut Penelitian Perikanan Laut China Selatan di bawah naungan Akademi Ilmu Perikanan China (Chinese Academy of Fishery Sciences/CAFS)."Penelitian dasar dan teknologi pembiakan lanjutan diperlukan untuk melindungi ikan ini. Secara khusus, lebih banyak upaya dibutuhkan untuk memulihkan populasi liar," tambah Huang.Tim penelitian dalam proyek tersebut berencana mengembangkan perangkat canggih untuk mendeteksi spesies, serta sistem pemantauan dan evaluasi, dan juga berfokus pada pembiakan, peningkatan populasi, dan teknik pelepasliaran bahaba China. Proyek ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi solusi komprehensif untuk konservasi spesies, mulai dari penelitian hingga pemulihan populasi liar.Yan Kuoqiu, insinyur senior di China Bluegen, sebuah perusahaan teknologi biologi maritim, mengatakan proyek ini sangat penting untuk mendorong peningkatan artifisial dan pemulihan populasi bahaba China liar di masa depan.Universitas Xiamen beserta sejumlah institut dan perusahaan juga akan bergabung dalam upaya penelitian untuk konservasi ikan ini dan spesies akuatik lainnya yang terancam punah, termasuk porpoise tanpa sirip narrow-ridged dan kepiting tapal kuda China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China kembangkan kabinet penyimpanan vakum agar cip kuantum tetap ‘segar’
Indonesia
•
18 Mar 2023

Feature – Kreator konten TikTok di AS banjiri ucapan perpisahan emosional jelang penutupan
Indonesia
•
21 Jan 2025

Ilmuwan temukan tabung nano karbon berdinding tunggal dan karbon grafit di sampel Bulan Chang'e-6
Indonesia
•
21 Jan 2026

COVID-19 – Dokter: Vaksinasi bantu blokir mutasi virus corona
Indonesia
•
06 Aug 2021


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
