
Menag RI dorong pondok pesantren buka 'ma’had aly'

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (Kemengerian Agama RI)
Pesantren dapat mengembangkan ma’had aly (satuan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang diselenggarakan di dalam lingkungan pondok pesantren) dengan kekhasan tertentu, termasuk bidang keilmuan yang bersentuhan dengan sains.
Jakarta (Indonesia Window) – Pondok pesantren (Ponpes) diharapkan membuka ma’had aly, kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memberikan arahan di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, yang didirikan oleh KH Said Aqil Siradj di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (23/5).
Menurut Menag Nasaruddin Umar, pesantren yang memiliki tradisi keilmuan kuat perlu naik kelas agar tidak hanya berhenti pada pendidikan menengah, tetapi juga mampu menjadi pusat lahirnya ulama, ilmuwan, dan generasi berakhlak.
“Alangkah bagusnya kalau pondok pesantren seperti kita di sini sesegera mungkin membuka ma’had aly (satuan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang diselenggarakan di dalam lingkungan pondok pesantren),” ujar menag yang menilai, pembukaan ma’had aly menjadi penting agar potensi santri tidak terputus setelah menamatkan jenjang aliyah.
Pesantren perlu menyediakan ruang lanjutan bagi santri yang ingin memperdalam ilmu dalam ekosistem pendidikan yang tetap berakar pada nilai kepesantrenan, kata menag, yang dikutip dari situs jejaring Kementerian Agama RI pada Ahad.
Namun, Nasaruddin menegaskan, ma’had aly tidak harus dipahami secara sempit hanya sebagai tempat pendalaman ilmu-ilmu keislaman klasik.
Menurutnya, pesantren juga dapat mengembangkan ma’had aly dengan kekhasan tertentu, termasuk bidang keilmuan yang bersentuhan dengan sains.
“Ma’had aly juga bukan larangan untuk membuka sesuatu yang sifatnya sains,” ungkap menag yang menginginkan pesantren keluar dari cara pandang yang memisahkan secara kaku antara ilmu agama dan ilmu umum.
Dalam pandangannya, pesantren justru memiliki peluang besar untuk mempertemukan kedalaman spiritual, kekuatan akhlak, dan tradisi riset dalam satu ekosistem pendidikan.
Menag mengatakan, sejarah kejayaan pendidikan Islam menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tumbuh ketika agama, akhlak, dan riset berjalan bersama.
Karena itu, pesantren masa kini tidak boleh hanya menjadi ruang pewarisan tradisi, tetapi juga harus menjadi tempat lahirnya inovasi, Menag menambahkan.
"Saya ingin mengingatkan anak-anakku, para santri, bahwa prestasi dunia Islam pada masa lampau bukanlah prestasi yang kecil. Pada abad pertengahan, ketika sebagian Eropa masih berada dalam kondisi yang sangat sederhana, dunia Islam telah mencapai kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, matematika, optik, dan berbagai bidang lainnya," paparnya.
"Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa umat Islam kemudian mengalami kemunduran. Apa penyebabnya? Dari berbagai catatan sejarah, kita bisa melihat bahwa kemunduran itu berkaitan dengan dua hal: menurunnya tradisi keilmuan dan merosotnya akhlak," sambungnya.
Ketika penelitian, penemuan, dan kreativitas ilmiah melemah, kata menag, peradaban ikut melemah dan saat akhlak merosot, konflik internal meningkat, bahkan di antara sesama umat Islam terjadi pertentangan, saling menghujat, dan perebutan kekuasaan.
“Jika kita ingin maju kembali, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, tingkatkan penelitian dan pengembangan ilmu. Kedua, perkuat akhlakul karimah,” ujar menag.
Menurutnya, dua hal itu merupakan fondasi penting bagi kebangkitan pendidikan Islam. Riset dan pengembangan ilmu akan membuat pesantren memiliki daya saing, sementara akhlak memastikan kemajuan itu tetap berada dalam koridor kemaslahatan.
Di hadapan para santri, menag mengapresiasi capaian Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang telah menunjukkan potensi besar. Ia menyebut santri pesantren tidak hanya kuat dalam kajian keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan dalam bidang bahasa Arab, Bahasa Inggris, tafsir, dan sains.
Potensi tersebut, menurutnya, harus dirawat melalui kelembagaan yang lebih kuat. Pembukaan ma’had aly dapat menjadi langkah strategis agar pesantren memiliki kesinambungan pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, menag juga menyinggung posisi madrasah dan pesantren yang kini semakin diperhitungkan dalam pendidikan nasional.
Dia menyebut banyak madrasah telah membuktikan diri melalui prestasi akademik, pembinaan karakter, dan keberhasilan alumninya menembus perguruan tinggi ternama.
Bagi menag, salah satu kekuatan pesantren terletak pada sistem pendidikan berasrama.
Melalui sistem boarding (asrama), santri tidak hanya menerima pelajaran di ruang kelas, tetapi juga dibina dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan tumbuh dalam lingkungan yang lebih utuh.
Model pendidikan seperti itu, menurutnya, penting terutama bagi peserta didik usia remaja. Pada fase tersebut, anak-anak membutuhkan lingkungan yang mampu menjaga kesinambungan nilai antara pembelajaran, pembiasaan, dan pergaulan.
Karena itu, menag berharap Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pendidikan Islam Indonesia.
Dengan membuka ma’had aly, pesantren diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang alim, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan perubahan zaman.
“Sekolah-sekolah seperti ini perlu kita kembangkan di masa depan. Sudah saatnya sekolah-sekolah agama bangkit,” kata menag.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, dan berharap pesantren tersebut terus mencetak prestasi berkelanjutan dan menjadi bagian dari lahirnya generasi santri yang cerdas, berakhlak, serta siap memberi kontribusi bagi bangsa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wamenlu RI bertemu Menlu Brasil di Johannesburg Bahas BRICS
Indonesia
•
20 Feb 2025

Sinar Mas Group siap untuk terus berinvestasi di Shanghai dan pasar China
Indonesia
•
28 Apr 2023

Taiwan minta dukungan Indonesia untuk partisipasi dalam WHO
Indonesia
•
05 May 2021

COVID-19 – Indonesia terima 594.200 dosis vaksin AstraZeneca tahap kedua
Indonesia
•
06 Aug 2021


Berita Terbaru

Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla telah kembali di Tanah Air
Indonesia
•
24 May 2026

Tata cara pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2
Indonesia
•
24 May 2026

Reputasi global Indonesia bisa bangun narasi hukum internasional lebih inklusif dan multipolar
Indonesia
•
24 May 2026

Presiden paparkan arah kebijakan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi diproyeksi capai 6,5 persen
Indonesia
•
22 May 2026
