Tim ilmuwan China usulkan penggunaan robot yang bergerak di aliran darah

Pusat Pelatihan Bedah Robotik Internasional, yang didirikan bersama oleh lembaga-lembaga China dan Amerika Serikat (AS), diresmikan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, pada Selasa (19/9).
Pola pergerakan di dinding (on-wall motion) memungkinkan robot dapat bergerak maju sepanjang dinding pembuluh darah yang resistensi cairannya lebih rendah, semakin mengurangi resistensi sekitar 30,7 persen dibandingkan dengan pendekatan klasik yang bergerak di bagian tengah pembuluh darah.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China mengusulkan strategi berotasi di sepanjang dinding pembuluh darah (on-wall-rotating) agar robot berukuran sangat kecil magnetis yang tidak terikat dapat bergerak di aliran darah, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal IEEE Xplore.Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease/CVD) merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahunnya, dan sekitar 80 persen kematian akibat CVD disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.Meskipun banyak jenis robot berukuran sangat kecil yang telah dikembangkan untuk pengobatan CVD mini-invasif, bergerak melawan aliran darah yang deras tetap menjadi tantangan yang besar karena kurangnya kemampuan untuk tetap berada di suatu posisi serta besarnya resistensi cairan dari darah.Guna mengatasi masalah tersebut, ilmuwan dari Institut Teknologi Canggih Shenzhen (Shenzhen Institute of Advanced Technology) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), serta Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hong Kong (Hong Kong University of Science and Technology) mengusulkan skema desain robot berukuran sangat kecil yang disederhanakan dan strategi on-wall-rotating yang lebih mudah untuk aplikasi klinis.Desain gabungan berbentuk busur elips dan parabola mengurangi resistensi cairan pada robot sekitar 58,5 persen dibandingkan robot konvensional. Pola pergerakan di dinding (on-wall motion) memungkinkan robot dapat bergerak maju sepanjang dinding pembuluh darah yang resistensi cairannya lebih rendah, semakin mengurangi resistensi sekitar 30,7 persen dibandingkan dengan pendekatan klasik yang bergerak di bagian tengah pembuluh darah.Guna mengeksplorasi potensi klinis dari strategi baru tersebut, para ilmuwan menguji kemampuan robot dalam bergerak di pembuluh darah babi. Mereka menemukan bahwa robot dapat melewati pembuluh darah dalam 26 detik, memverifikasi kemampuan robot untuk bergerak melawan aliran darah.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pfizer klaim lebih 90 persen efektif pada anak 5 hingga 11 tahun
Indonesia
•
23 Oct 2021

Tim ilmuwan ungkap tomat adalah ‘induk’ dari kentang
Indonesia
•
01 Aug 2025

China akan terus dorong perkembangan pesat industri antariksa komersial
Indonesia
•
18 Apr 2024

Tim ilmuwan China ungkap evolusi organ makan pada gajah purba
Indonesia
•
02 Dec 2023
Berita Terbaru

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pasien bertahan hidup 48 jam tanpa dua paru-paru dengan organ buatan
Indonesia
•
02 Feb 2026
