
Rekor baru pohon tertinggi di Asia dipecahkan di Tibet, China

Foto dari udara yang diabadikan pada 30 September 2022 ini menunjukkan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Pad di Kota Nyingchi dan wilayah Medog di Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Dong Zhixiong)
Pohon tertinggi di Asia kini dipegang oleh Cupressus torulosa setinggi 102,3 meter, ditemukan di cagar alam nasional Ngarai Besar Yarlung Zangbo di wilayah Bome, Kota Nyingchi, Daerah Otonom Tibet.
Beijing, China (Xinhua) – Rekor pohon tertinggi di Asia diperbarui pekan ini ketika sebuah tim peneliti China mengumumkan bahwa mereka menemukan sebatang pohon cypress raksasa setinggi 102,3 meter di Daerah Otonom Tibet.Pohon Cupressus torulosa yang memecahkan rekor itu ditemukan di cagar alam nasional Ngarai Besar Yarlung Zangbo di wilayah Bome, Kota Nyingchi, dalam sebuah investigasi ilmiah yang dipimpin oleh Universitas Peking pada Mei.Para anggota tim tersebut menggunakan drone dan radar laser untuk memetakan area agregasi cypress setempat dan mengonfirmasi keberadaan pohon setinggi 102,3 meter itu.Selain itu, mereka juga mendeteksi sejumlah besar pohon dengan tinggi lebih dari 85 meter, termasuk 25 pohon yang tingginya melebihi 90 meter. Temuan ini juga berkontribusi terhadap fakta bahwa daerah itu memiliki tingkat kepadatan pohon raksasa tertinggi di China dan Asia setelah pengukuran presisi, kata Ren Yu, anggota tim dari Universitas Peking.Sebagian besar tersebar di area tenggara Tibet, Cupressus torulosa memiliki area distribusi yang sempit dan populasi yang kecil. Pohon itu tercatat sebagai tanaman dengan perlindungan kelas satu tingkat nasional.Pemegang rekor pohon tertinggi di China sebelumnya adalah sebatang pohon fir yang menurut pengukuran para ilmuwan di Tibet tahun lalu memiliki tinggi 83,4 meter.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan: Kasus kanker prostat meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade mendatang
Indonesia
•
14 Apr 2024

COVID-19 – Kemenristek buat inovasi untuk ‘testing, tracing, treatment’
Indonesia
•
12 Oct 2020

Ilmuwan mungkin telah menemukan sub-jenis mutasi virus corona yang bertahan 49 hari
Indonesia
•
02 Apr 2020

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Studi sebut panel surya pada dinding bangunan bisa pasok listrik kota dan pangkas emisi
Indonesia
•
28 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026
