
Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa

Foto yang diabadikan dengan 'drone' pada 24 Desember 2025 ini menunjukkan panel surya di sebuah pembangkit listrik tenaga fotovoltaik lepas pantai di perairan lepas pantai wilayah Changli, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Yang Shiyao)
Fotovoltaik CZTSSe bersifat ramah lingkungan, dan tahan terhadap radiasi luar angkasa.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti China baru-baru ini berhasil mencapai sebuah terobosan dalam kinerja teknologi fotovoltaik film tipis baru, dengan meningkatkan efisiensi tersertifikasi menjadi 16,6 persen, yang menandai langkah penting menuju industrialisasi. Demikian disampaikan Institut Fisika, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), pada Rabu (25/3).
Seiring percepatan transisi energi global serta kemajuan eksplorasi luar angkasa dalam (deep-space) dan pengembangan infrastruktur luar angkasa, proyek-proyek besar seperti internet satelit orbit rendah dan fasilitas energi berbasis luar angkasa menuntut persyaratan inti pada teknologi surya, seperti biaya rendah, umur pakai yang panjang, desain yang ringan, dan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.
Tim peneliti dari Institut Fisika yang dipimpin oleh Meng Qingbo ini berfokus pada pengembangan fotovoltaik CZTSSe, yang terdiri dari unsur-unsur umum, seperti tembaga, seng, dan timah.
Fotovoltaik CZTSSe menawarkan sejumlah keunggulan, termasuk sumber daya melimpah, biaya rendah, sifat ramah lingkungan, dan ketahanan terhadap radiasi luar angkasa. Teknologi ini diharapkan memainkan peran signifikan dalam aplikasi energi berskala besar di masa depan, baik di Bumi maupun di luar angkasa.
Tim peneliti tersebut berhasil mengatasi berbagai tantangan utama, termasuk kristalisasi material, struktur atom, dan pengendalian cacat (ketidaksempurnaan). Mereka mengembangkan strategi kekosongan atomik (atomic vacancy) untuk mengarahkan pemosisian atom tembaga dan seng secara teratur, sehingga secara fundamental mengurangi aktivitas cacat dan hilangnya energi internal.
Berdasarkan progres tersebut, tim peneliti itu juga berhasil mengembangkan sel dan modul fleksibel berkinerja tinggi. Efisiensi sel CZTSSe yang saat ini mencapai 16,6 persen telah memberikan dasar bagi industrialisasi.
Tim tersebut menyatakan bahwa begitu efisiensi sel mendekati 20 persen dan efisiensi modul mencapai 18 persen sehingga memungkinkan produksi massal, teknologi ini akan menjadi kompetitif di pasar dan diperkirakan akan diterapkan secara luas pada peralatan kedirgantaraan serta skenario lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs paleolitikum dan neolitikum di China masuk daftar temuan arkeologi terbaik 2024
Indonesia
•
21 Feb 2025

Feature – Protokol keselamatan kereta di China: Sistem CTCS hingga ‘big data’ dan AI
Indonesia
•
08 May 2026

Studi sebut jantung manusia dapat tumbuhkan kembali sel otot pascaserangan jantung
Indonesia
•
20 Jan 2026

Pembangunan pembangkit listrik tenaga fotovoltaik raksasa dimulai di China barat daya
Indonesia
•
29 Aug 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
