PM Li Qiang: Ekonomi China tetap tangguh dan menjadi 'pelabuhan aman' di tengah ketidakpastian global

Foto yang diabadikan pada 23 Juni 2026 ini memperlihatkan suasana dalam Pertemuan Tahunan Para Juara Baru (Annual Meeting of the New Champions) ke-17 di Dalian, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Li Gang)

Dalian, China (Xinhua/Indonesia Window) – Perekonomian China telah menunjukkan stabilitas, inovasi, vitalitas, dan integrasi dengan seluruh dunia pada awal periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang pada Rabu (24/6).

Li menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam sidang pleno pembuka Pertemuan Tahunan untuk Para Juara Baru (Annual Meeting of the New Champions) ke-17, yang juga dikenal sebagai Forum Davos Musim Panas (Summer Davos), di kota pesisir Dalian, China timur laut.

Perekonomian China mempertahankan "ketahanan yang kuat dan momentum positif" dalam memulai periode rencana lima tahun yang baru, tuturnya, seraya menambahkan bahwa stabilitas perekonomian China telah memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan serta berperan sebagai "pelabuhan aman" yang penting di dunia yang semakin tidak pasti.

Untuk berintegrasi dengan perekonomian global, China juga tetap berkomitmen untuk secara aktif memperluas keterbukaan, kata Li.

Negara tersebut telah memberikan perlakuan tarif nol kepada 63 negara, sementara impor China menempati peringkat kedua secara global selama 17 tahun berturut-turut. Dalam lima bulan pertama tahun ini, impor meningkat 20,5 persen secara tahunan, jauh melampaui pertumbuhan ekspor.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait