Meski Timur Tengah berdamai, ECB sebut ekonomi zona euro masih dibayangi risiko besar

Foto yang diabadikan pada 27 Juli 2023 ini menunjukkan simbol euro di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Zhang Fan)

Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Prospek ekonomi zona euro tetap tidak pasti, dengan risiko inflasi condong ke atas dan risiko pertumbuhan ekonomi condong ke bawah, meskipun ada kesepakatan damai baru-baru ini di Timur Tengah, seperti diperingatkan Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde pada Senin (22/6).

Berbicara dalam sidang Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa di Brussel, Lagarde mengatakan konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi, meningkatkan inflasi, dan membebani aktivitas ekonomi di zona euro.

"Prospeknya tetap tidak pasti, dengan risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi," ujar Lagarde.

Dirinya menyambut baik kesepakatan damai di Timur Tengah, tetapi memperingatkan bahwa situasinya tetap rapuh, dengan risiko kemunduran atau eskalasi baru.

Implikasi penuh perang terhadap inflasi dan pertumbuhan jangka menengah akan bergantung pada intensitas dan durasi guncangan harga energi, serta skala dampak tidak langsung dan putaran keduanya, katanya.

Inflasi zona euro naik menjadi 3,2 persen pada Mei dari 3,0 persen pada April, terutama didorong oleh inflasi energi yang lebih tinggi, melampaui 10 persen baik pada April maupun Mei.

Sementara itu, inflasi di luar energi dan pangan juga meningkat menjadi 2,6 persen pada Mei, yang sebagian mencerminkan dampak tidak langsung awal dari harga energi yang lebih tinggi.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait