
Feature – Pelaku industri konstruksi rumah di AS tertekan kenaikan biaya akibat tarif

Seorang pekerja konstruksi bekerja di Monrovia, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 7 Mei 2025. (Xinhua/Gao Shan)
Lonjakan tarif terbaru AS menaikkan biaya pembangunan rumah baru di negara tersebut hingga hampir 11.000 dolar AS.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Baru satu bulan lebih setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif tinggi terhadap mitra dagangnya, David Truong, Manajer DuiDui Construction di Los Angeles, California, sudah terbebani oleh kenaikan biaya."Harga hampir semua bahan bangunan terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir," kata Truong dalam sebuah wawancara dengan Xinhua. "Membangun rumah baru kini semakin mahal dari hari ke hari."Truong mengajak untuk melihat langsung sebuah lokasi konstruksi di Temple City, Los Angeles County, di mana dampak dari tarif tersebut terlihat jelas. Sebuah keran, misalnya, yang sebelumnya seharga sekitar 160 dolar AS kini dijual setidaknya 200 dolar AS. Sementara itu, sebuah jendela berbingkai baja, yang sebelumnya dibanderol sekitar 300 dolar AS, kini dijual seharga 370 dolar AS.*1 dolar AS = 16.436 rupiahBiaya penerangan mengalami kenaikan yang paling tajam. "Sebuah lampu tanam LED, yang biasanya dijual seharga 12-15 dolar AS, kini harganya sekitar 30 dolar AS," katanya. "Rumah ini membutuhkan lebih dari 20 lampu, jadi kami membutuhkan tambahan 300-400 dolar AS hanya untuk penerangan."Menurut data yang dirilis pada April oleh National Association of Home Builders (NAHB), salah satu asosiasi perdagangan terbesar di negara tersebut, lonjakan tarif terbaru menaikkan biaya pembangunan rumah baru di AS hingga hampir 11.000 dolar AS."Gangguan yang disebabkan oleh tarif membuat para pembangun lebih sulit untuk menentukan harga rumah secara akurat dan membuat keputusan bisnis yang krusial," kata Robert Dietz, kepala ekonom NAHB, dalam sebuah siaran pers pada April.Harga input konstruksi kini telah meningkat sebesar 9,7 persen dalam basis tahunan hingga Q1 2025, kata Anirban Basu, kepala ekonom Associated Builders and Contractors, sebuah asosiasi perdagangan industri konstruksi nasional di AS."Sementara para kontraktor tetap sibuk untuk sementara waktu... laju kenaikan harga input ini, ditambah dengan meningkatnya ketidakpastian, akan menyebabkan proyek-proyek tertunda dan dibatalkan jika hal ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama," ujar Basu dalam sebuah siaran pers.
David Truong, Manajer DuiDui Construction, meninjau sebuah lokasi konstruksi di Temple City, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 30 April 2025. (Xinhua/Qiu Chen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pendapatan Boeing naik pada kuartal keempat
Indonesia
•
26 Jan 2023

Dua perusahaan Elon Musk gugat Apple dan OpenAI atas dugaan skema antipersaingan
Indonesia
•
27 Aug 2025

Whoosh layani lebih dari 90.000 penumpang selama libur panjang pekan lalu
Indonesia
•
19 May 2026

'Skenario bencana jadi nyata'! Penutupan Selat Hormuz tahan ribuan kapal kargo senilai 125 miliar dolar AS
Indonesia
•
24 Jun 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026

Perang Iran bikin warga AS tekor 1.765 triliun rupiah, biaya terus naik 17,6 miliar rupiah tiap 2 menit
Indonesia
•
08 Sep 2026

Fokus Berita – 12 perusahaan energi Indonesia debut di Taiyuan, hampir 50 perusahaan China tertarik pasar RI
Indonesia
•
07 Sep 2026
