
PM Kanada serukan investigasi independen atas insiden armada bantuan Gaza

Sebuah kapal dari armada bantuan yang menuju Gaza (kiri), setelah dicegat oleh angkatan laut Israel, dikawal menuju pelabuhan Ashdod, Israel, pada 19 Mei 2026. (Xinhua/Jamal Awad)
PM Kanada Mark Carney menyerukan penyelidikan independen atas perlakuan terhadap warga sipil di atas armada bantuan yang menuju Gaza.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Senin (25/5) menyerukan penyelidikan independen atas perlakuan terhadap warga sipil di atas armada bantuan yang menuju Gaza Global Sumud Flotilla dalam percakapan via telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Menurut pernyataan resmi yang diterbitkan oleh kantor PM Kanada, Carney menegaskan kembali bahwa "perlakuan yang mengerikan terhadap warga sipil, termasuk warga negara Kanada", di atas kapal armada bantuan tersebut tidak dapat diterima.
Dia juga dengan tegas mengecam pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, seraya menegaskan bahwa perlindungan terhadap semua warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus selalu dijunjung tinggi.
Carney mengangkat isu krisis yang sedang berlangsung di Gaza, menyebut situasi kemanusiaan di sana "katastropik" dan menyerukan agar akses bantuan tanpa hambatan segera dipulihkan.
Dia kembali menegaskan penolakan Kanada terhadap perluasan permukiman ilegal Israel, kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat, serta kekerasan terhadap warga sipil Palestina.
Dalam percakapan tersebut, Carney menggarisbawahi "dukungan teguh" Kanada terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan, dengan visi terbentuknya Negara Palestina yang merdeka, layak, dan berdaulat yang hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam kedamaian dan keamanan.
Ratusan anggota armada bantuan yang menuju Gaza dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel (wilayah Palestina yang diduduki), pada Rabu (20/5), seiring Ben-Gvir merilis video yang memperlihatkan sebagian dari mereka diborgol dan dipaksa berlutut diiringi lagu kebangsaan Israel.
Sehari kemudian, pada Kamis (21/5), Israel mengatakan telah mendeportasi seluruh aktivis dari armada bantuan itu setelah perlakuan Ben-Gvir terhadap mereka memicu kemarahan internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemimpin Houthi Yaman Peringatkan akan luncurkan aksi militer jika gencatan senjata Gaza gagal
Indonesia
•
14 Feb 2025

Trump tanda tangani surat perintah eksekutif, tetapkan fentanil sebagai "senjata pemusnah massal"
Indonesia
•
17 Dec 2025

Trump potong anggaran institusi pendanaan ilmu pengetahuan terkemuka di AS
Indonesia
•
24 Jul 2025

Kepemimpinan CPC susun mekanisme penerapan prinsip kongres partai
Indonesia
•
26 Oct 2022


Berita Terbaru

113 negara lebih utamakan bayar utang daripada pendidikan, UNESCO desak perubahan kebijakan
Indonesia
•
11 Jul 2026

PBB: Pendudukan Israel di Tepi Barat picu gelombang pengungsian warga Palestina
Indonesia
•
11 Jul 2026

Mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad
Indonesia
•
10 Jul 2026

Israel tahan dana Rp84 triliun yang menyumbang 68 persen pendapatan Palestina
Indonesia
•
10 Jul 2026
