
Delapan negara Arab dan Islam kecam perlakuan israel terhadap aktivis armada bantuan tujuan Gaza

Sebuah kapal armada bantuan kemanusiaan tujuan Gaza (kiri), setelah dicegat oleh angkatan laut Israel, dikawal menuju pelabuhan Ashdod di Israel (wilayah Palestina yang diduduki) pada 19 Mei 2026. Pada Selasa (19/5) malam waktu setempat, Israel mengatakan telah mencegat semua kapal armada bantuan kemanusiaan tujuan Gaza, menahan ratusan aktivis, dan membawa para aktivis tersebut ke Israel. (Xinhua/Jamal Awad)
Penghinaan publik oleh Ben-Gvir terhadap para tahanan merupakan serangan memalukan terhadap martabat manusia dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri luar negeri dari delapan negara Arab dan Islam pada Ahad (24/5) mengecam perlakuan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap para aktivis yang ditahan dari armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza sebagai tindakan yang "mengerikan, merendahkan martabat, dan tidak dapat diterima."
Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri dari Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, dan Qatar menyatakan bahwa penghinaan publik yang sengaja dilakukan Ben-Gvir terhadap para tahanan merupakan serangan memalukan terhadap martabat manusia dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Mereka juga mengecam hasutan dan kekerasan yang "ilegal dan ekstremis" oleh Ben-Gvir serta pejabat Israel lainnya terhadap warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki. Menurut mereka, tindakan itu memicu kebencian dan ekstremisme serta menghambat upaya mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara.
Para diplomat tersebut menuntut pertanggungjawaban atas tindakan Ben-Gvir dan menyerukan langkah konkret untuk menghentikan provokasi, hasutan, dan pelanggaran berulang yang dilakukannya.
Ratusan anggota armada bantuan tujuan Gaza dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel, pada Rabu (20/5), setelah Ben-Gvir merilis video yang memperlihatkan sebagian dari mereka diborgol dan dipaksa menunduk diiringi lagu kebangsaan Israel.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla mengatakan kapal-kapal angkatan laut Israel mencegat seluruh kapal dalam konvoi tersebut di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.
Israel pada Kamis (21/5) mengatakan bahwa seluruh aktivis dari armada bantuan itu telah dideportasi setelah perlakuan Ben-Gvir terhadap mereka memicu kemarahan internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenag minta hak jamaah haji dipenuhi
Indonesia
•
29 Jun 2023

Ramadhan 1441 Hijriah dimulai pada 24 April 2020
Indonesia
•
23 Apr 2020

Presiden Jokowi sambut Syekh Agung Al Azhar, tekankan perdamaian dan toleransi
Indonesia
•
09 Jul 2024

Ramadan – ‘Ramadan iftar gathering’ OIC Youth Indonesia perkuat harmoni dunia Islam
Indonesia
•
06 Mar 2026


Berita Terbaru

5 pelatihan khusus pesantren tersaji di MOOC PINTAR, dari 'AI' sampai 'Content Creator'
Indonesia
•
20 Oct 2026

Guterres kritik anggota tetap DK PBB yang melancarkan perang dan mengabaikan hukum internasional
Indonesia
•
20 Oct 2026

‘Muhammad’ jadi bahan candaan Presiden AS, Jama’ah Muslimin protes keras
Indonesia
•
20 Oct 2026

Presiden Prabowo sambut Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Indonesia
•
18 Oct 2026
