
Proyek PLTS besar di Tibet hasilkan 247 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun

Foto yang diabadikan pada 9 Juli 2017 ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga surya di Nagqu, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Liu Dongjun)
PLTS besar di Tibet, terletak di Distrik Seni di Kota Nagqu di ketinggian rata-rata 4.500 meter di atas permukaan laut, menghasilkan 247 juta kilowatt-jam (kWh) listrik setiap tahun, sehingga dapat menghemat 76.300 ton batu bara standar dan mengurangi 219.600 ton emisi karbon dioksida dalam setahun.
Lhasa, Tibet (Xinhua) – Sebuah proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 120.000 kilowatt baru-baru ini terhubung ke jaringan listrik dan mulai menghasilkan listrik di Daerah Otonom Tibet, China barat daya, menurut China Huadian Corporation Ltd., produsen listrik utama milik negara di China.Terletak di Distrik Seni di Kota Nagqu, yang memiliki ketinggian rata-rata 4.500 meter di atas permukaan laut, PLTS tersebut merupakan proyek pembangkit listrik fotovoltaik terbesar yang bertujuan untuk memastikan pasokan listrik bagi penduduk Tibet.Dengan investasi sebesar 890 juta yuan, PLTS besar di Tibet tersebut dapat menghasilkan 247 juta kilowatt-jam (kWh) listrik setiap tahun. Pembangkit listrik itu dapat menghemat 76.300 ton batu bara standar dan mengurangi 219.600 ton emisi karbon dioksida setiap tahun, lanjut perusahaan tersebut.PLTS ini akan menyediakan listrik yang stabil bagi penduduk lokal serta mendorong pembangunan ekonomi dan sosial setempat, tambah perusahaan itu.Dalam beberapa tahun terakhir, Tibet menggenjot pengembangan sumber energi barunya, seperti tenaga fotovoltaik. Pada Juni 2022, daerah otonom tersebut mengeluarkan sebuah rencana untuk memastikan pasokan listrik selama musim dingin ini dan musim semi mendatang, serta periode Rencana Lima Tahunan ke-14 (2021-2025). Proyek-proyek PLTS baru lainnya akan mulai menghasilkan listrik secara berturut-turut.*1 yuan = 2.247 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekspor salak Indonesia ke China naik 208 persen, durian melesat 600 persen
Indonesia
•
07 Aug 2026

Kepala Badan Geologi tegaskan industri batu bara Indonesia belum 'sunset'
Indonesia
•
15 Dec 2023

Jalur pipa gas China-Asia Tengah salurkan 43,2 miliar meter kubik gas pada 2022
Indonesia
•
07 Jan 2023

Ekonomi Jerman susut 0,2 persen pada kuartal keempat 2022
Indonesia
•
31 Jan 2023


Berita Terbaru

Xi Jinping dorong BRICS masuki ‘dekade emas ketiga’ dengan kekuatan Global South
Indonesia
•
14 Sep 2026

Feature – Kopi Indonesia berkualitas, tetapi sulit dijual mahal: Yunnan tawarkan jalan untuk naik kelas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Fokus Berita – 20 tahun BRICS, Xi serukan kelompok Global South jadi pelopor tatanan dunia baru
Indonesia
•
14 Sep 2026

Fokus Berita – Industri konser gerakkan ekonomi, bisnis sewa ponsel ‘flagship’ jadi sumber ‘cuan’
Indonesia
•
14 Sep 2026
