
Manfaat RCEP kian terasa, produk Indonesia makin populer di pasar China

Foto yang diabadikan pada 14 Juni 2026 ini menunjukkan suasana di sebuah stan kopi luwak Indonesia dalam Pameran China-Asia Selatan (China-South Asia Expo) ke-10 yang digelar di Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Xiong Xuanang)
Kunming, China (Xinhua/Indonesia Window) – Didorong oleh terealisasinya manfaat Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang berkelanjutan, perdagangan dan pertukaran antarmasyarakat China dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat, dengan semakin banyaknya perusahaan Indonesia dan perajin perorangan yang memanfaatkan pasar China yang luas.
Pameran China-Asia Selatan (China-South Asia Expo) ke-10 menjadi platform yang vital dan ramah pengguna, sehingga beragam produk dan kerajinan tangan Indonesia bisa mendapatkan popularitas besar di kalangan konsumen China, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral pragmatis dan tingkat sipil.
Area stan Indonesia di Pameran China-Asia Selatan tahun ini menjadi sorotan banyak kalangan, dipenuhi cita rasa khas dan pesona budaya Asia Tenggara. Salah satu stan yang populer yakni JakarBata Estate, yang menghadirkan cita rasa kopi autentik dari dataran tinggi Sumatra dan Jawa Barat.
Ditanam di tanah vulkanis yang subur dan didukung oleh iklim monsun tropis, kopi dari perkebunan ini memiliki cita rasa yang kaya dan lembut dengan sedikit aroma tanah dan cokelat yang unik, menghadirkan pelengkap rasa yang sempurna untuk kopi dataran tinggi Yunnan yang memiliki karakter rasa tajam dan segar. Kopi luwak premiumnya menjadi produk terlaris di pameran tersebut, menarik banyak pengunjung yang ingin mencicipi dan berkonsultasi.
Selain kopi spesial, merek-merek konsumen Indonesia juga mempercepat ekspansi mereka di China dengan bantuan manfaat kebijakan RCEP.
Papaton, merek kerupuk udang Indonesia yang terkenal, mendapatkan respons pasar yang luar biasa di pameran tersebut. Dengan tekstur renyah dan cita rasa lokal yang autentik, merek ini dengan cepat memperluas pengaruhnya di kalangan konsumen China melalui agen-agen lokal resmi, secara bertahap mendapatkan pijakan stabil di pasar konsumen China.
Sementara perusahaan-perusahaan bermerek memperluas perdagangan lintas perbatasan mereka, para perajin perorangan juga menuai manfaat nyata dari platform terbuka ini.
Dewi Tanuwijaya, pemilik Saka Jewelry yang berbasis di Bali dan telah beberapa kali menjadi peserta pameran, kembali membawa koleksi perhiasan perak buatan tangan yang telah dikembangkannya selama 10 tahun ke pameran tersebut.
Di stan miliknya, kerumunan pengunjung China mengantre untuk menjajal perhiasan. Dewi dengan sabar menjelaskan makna budaya dan detail kerajinan pada setiap perhiasan buatannya, secara hati-hati membantu pelanggan mengenakan perhiasan tersebut, dan menawarkan saran profesional untuk padu padan sehari-hari, sehingga mendapatkan banyak apresiasi dan pengakuan dari pengunjung.
"Saya telah beberapa kali menghadiri pameran-pameran China, dan setiap tahun saya dapat merasakan pasar China semakin terbuka dan inklusif. Konsumen lokal menyukai produk kerajinan tangan dan menghargai keahlian orisinal, sehingga memberi kami kepercayaan diri untuk memperdalam kehadiran kami di sini," kata Dewi.
Meningkatnya popularitas produk-produk Indonesia di pameran tersebut menjadi gambaran nyata dari semakin dalamnya kerja sama China-Indonesia. Didukung oleh manfaat kelembagaan RCEP, perdagangan bilateral telah bergeser dari sekadar peredaran komoditas sederhana menjadi integrasi multidimensional yang meliputi promosi merek, pertukaran budaya, dan penautan industri (industrial docking).
Yunnan, sebagai gerbang utama China ke Asia Selatan dan Asia Tenggara, memiliki komplementaritas geografis dan industri yang sangat baik dengan Indonesia. Teknologi pengolahan kopi Yunnan yang matang dan ekosistem pasar konsumen yang lengkap sangat selaras dengan kekayaan sumber daya pertanian dan kerajinan tangan Indonesia yang unggul.
Para pelaku industri menyebut pameran ini membangun jembatan penghubung yang sangat erat bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dari berbagai ukuran, mulai dari merek makanan terkenal hingga perajin perorangan.
Terus meningkatnya popularitas dan transaksi di pameran tersebut sepenuhnya membuktikan bahwa terealisasinya manfaat RCEP dan keterbukaan regional tingkat tinggi memberikan vitalitas berkelanjutan bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah siapkan kompensasi eksplorasi panas bumi
Indonesia
•
30 Jul 2020
WSJ: Regulator federal AS selidiki kolapsnya SVB
Indonesia
•
15 Mar 2023

Tren ‘bergaya China’ berdampak positif pada merek tradisional di Beijing
Indonesia
•
25 Jan 2023

Indonesia akan jajaki kerja sama budi daya lobster dengan Vietnam
Indonesia
•
05 Feb 2021


Berita Terbaru

Strategi pengelolaan limbah padat China cakup pengawasan digital hingga capai kota bebas sampah
Indonesia
•
15 Jul 2026

Era mobil BBM berakhir! Hainan resmi larang penjualan kendaraan bermesin bensin dan diesel mulai 2030
Indonesia
•
15 Jul 2026

Naik 73,4 persen! Mobil merek China kuasai 18 persen pasar otomotif Indonesia
Indonesia
•
15 Jul 2026

Wuling perkenalkan Aira EV, mobil listrik perkotaan baru dengan jarak tempuh 300 km
Indonesia
•
14 Jul 2026
