
China luncurkan platform resonansi magnetik baru untuk dukung teknologi antarmuka otak-komputer

Ilustrasi. (Shawn Day on Unsplash)
Platform resonansi magnetik pertama di dunia yang dibuat khusus untuk teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) dapat secara simultan melakukan pencitraan magnetik nuklir dan perekaman elektroensefalogram EEG, secara akurat menangkap perubahan halus dalam aktivitas otak, menentukan posisi aktivitas-aktivitas tersebut dengan akurasi sub-milimeter, serta menangkap waktu aktivitas otak dengan kecepatan sub-detik.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Platform resonansi magnetik pertama di dunia yang dibuat khusus untuk teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) baru-baru ini diluncurkan di Tianjin, China utara. Platform ini membangun sistem resonansi magnetik pencitraan saraf (neuroimaging), yang memberikan dukungan penting bagi penelitian dan pengembangan teknologi BCI generasi mendatang.Sebagai organ yang paling kompleks dan canggih pada manusia, otak memiliki sekitar 86 miliar neuron yang terhubung oleh lebih dari 100 triliun sinapsis. Untuk jaringan saraf yang kompleks tersebut, pertanyaan tentang cara mendeteksi dan menganalisis sinyal elektroensefalogram (EEG) seluruh permukaan otak, yang mengandung banyak sekali informasi namun sangat lunak, telah lama menjadi tantangan besar bagi industri BCI.Laboratorium Haihe Interaksi Otak-Komputer dan Integrasi Manusia-Mesin di Universitas Tianjin, Shanghai United Imaging Healthcare, dan lembaga penelitian lainnya memanfaatkan kemampuan resolusi spasial-temporal pada peralatan resonansi magnetik untuk mencapai analisis in vivo seluruh otak yang non-invasif dan beresolusi spasial-temporal tinggi.Platform baru ini dapat secara simultan melakukan pencitraan magnetik nuklir dan perekaman EEG, secara akurat menangkap perubahan halus dalam aktivitas otak, menentukan posisi aktivitas-aktivitas tersebut dengan akurasi sub-milimeter, serta menangkap waktu aktivitas otak dengan kecepatan sub-detik.Selain itu, platform ini dapat meregulasi otak dengan presisi tinggi menggunakan teknologi ultrasonografi dan stimulasi listrik, di mana proses regulasi tersebut terhubung ke sistem pencitraan secara real-time. Hal ini memungkinkan koordinasi observasi dan intervensi yang sinkron, memberikan perspektif penelitian tiga dimensi dan dinamis bagi para peneliti.Zhang Qiang, direktur Shanghai United Imaging Healthcare, mengatakan bahwa platform ini diharapkan dapat memfasilitasi penerapan BCI praktis di bidang medis dan perawatan kesehatan, seperti evaluasi penyakit mental, pemantauan neurologis berat, dan latihan rehabilitasi, serta memajukan teknologi BCI dari "melakukan dekode sinyal" menjadi "memahami otak".Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan AS gunakan data satelit untuk evaluasi pemulihan hutan pascakarhutla
Indonesia
•
10 Jul 2025

China berada di garis terdepan dalam ekspor sepeda pintar
Indonesia
•
26 Jul 2023

Studi sebut emisi karbon dari kebakaran hutan Kanada lampaui 1 miliar ton
Indonesia
•
01 Aug 2023

Muatan ilmiah dari satelit ‘reusable’ dan ‘returnable’ pertama China dikirim ke pengguna
Indonesia
•
25 Oct 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
