
Ilmuwan ungkap peta sel lengkap dan menyeluruh dari otak mamalia

Foto yang dirilis oleh Allen Institute yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, ini menunjukkan klasifikasi dan distribusi jenis sel yang mendetail dan menyeluruh dari otak tikus berdasarkan ekspresi gennya. (Xinhua/Allen Institute)
Peta sel otak mamalia, yang disusun dari tikus, menjadi dasar untuk pengembangan generasi baru pengobatan presisi bagi orang-orang yang menyandang gangguan mental dan neurologis pada otak.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Untuk pertama kalinya, sebuah tim peneliti internasional berhasil membuat peta sel yang lengkap dan menyeluruh dari otak mamalia, demikian disampaikan Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/12).Peta ini berfungsi sebagai denah otak tikus, yang mendeskripsikan jenis, lokasi, dan informasi molekuler lebih dari 32 juta sel serta memberikan informasi mengenai konektivitas antara sel-sel tersebut.Tikus merupakan model eksperimental vertebrata yang paling umum digunakan dalam penelitian ilmu saraf, dan peta seluler ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang otak manusia, sebut NIH.Peta sel ini juga menjadi dasar untuk pengembangan generasi baru pengobatan presisi bagi orang-orang yang menyandang gangguan mental dan neurologis pada otak, imbuh NIH.Temuan tersebut telah dipublikasikan pada Rabu dalam sebuah kumpulan 10 makalah di jurnal Nature."Peta otak tikus ini telah membawa jaringan sel otak mamalia yang rumit ke dalam fokus yang belum pernah terjadi sebelumnya, memberikan rincian yang dibutuhkan para peneliti untuk memahami fungsi dan penyakit otak manusia," tutur Joshua Gordon, Direktur Institut Kesehatan Mental Nasional AS yang merupakan bagian dari NIH.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Ilmuwan: Orang yang telah divaksin tetap bawa virus corona
Indonesia
•
29 Jan 2021

China tingkatkan tata kelola dunia maya yang berbasis hukum
Indonesia
•
19 Jun 2024

China mulai bangun CSNS fase II untuk bantu tingkatkan inovasi ilmiah dan teknologi
Indonesia
•
01 Apr 2024

Obat berbasis tembaga terbukti kurangi protein beracun Alzheimer, tingkatkan memori spasial
Indonesia
•
16 Jun 2026


Berita Terbaru

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026

Dari robot humanoid hingga eVTOL, jurnalis dunia saksikan wajah kota masa depan di Shenzhen
Indonesia
•
27 Jul 2026
