
SpaceX batalkan peluncuran roket raksasa Starship akibat isu bahan bakar

Foto yang diunggah pada 6 April 2023 ini menunjukkan pesawat luar angkasa Starship dan roket Super Heavy SpaceX di Starbase yang berlokasi di Cameron County, Texas, Amerika Serikat. (Sumber: SpaceX)
Pesawat luar angkasa Starship akan menjadi wahana peluncur paling kuat di dunia yang pernah dikembangkan, yang mampu mengangkut hingga 150 metrik ton material yang sepenuhnya reusable dan 250 metrik ton material yang dapat dibuang.
Los Angeles, AS (Xinhua) – SpaceX membatalkan peluncuran roket Starship canggihnya pada Senin (17/4) pagi waktu setempat akibat masalah teknis.Peluncuran yang menandai penerbangan uji coba pertama roket Starship dan Super Heavy SpaceX yang terintegrasi penuh itu dijadwalkan pada pukul 08.20 Central Time atau pukul 20.20 WIB dari Starbase milik SpaceX di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS).Dengan hitung mundur yang tinggal beberapa menit lagi, sebuah katup penekan terlihat membeku, menurut Elon Musk, pendiri, CEO, sekaligus kepala teknisi SpaceX.Kemudian, SpaceX mengonfirmasi pembatalan upaya uji penerbangan pada Senin itu, seraya mengatakan bahwa tim sedang mengupayakan penerbangan pada kesempatan berikutnya."Belajar banyak hari ini, saat ini tengah membongkar propelan, mencoba kembali dalam beberapa hari," cuit Musk.Waktu peluncuran baru belum diumumkan.Peluncuran itu dilakukan usai Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration) AS pada Jumat (14/4) menyetujui peluncuran roket setinggi hampir 120 meter milik SpaceX tersebut dari Situs Peluncuran Boca Chica di Cameron County, Texas.Pesawat luar angkasa Starship dan roket Super Heavy milik SpaceX, yang secara kolektif disebut sebagai Starship, mewakili sebuah sistem transportasi yang sepenuhnya dapat digunakan kembali (reusable), dan dirancang untuk membawa baik awak maupun kargo ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan lebih jauh lagi.Starship akan menjadi wahana peluncur paling kuat di dunia yang pernah dikembangkan, yang mampu mengangkut hingga 150 metrik ton material yang sepenuhnya reusable dan 250 metrik ton material yang dapat dibuang, menurut SpaceX."Dengan pengujian semacam ini, keberhasilan diukur oleh seberapa banyak hal yang dapat kami pelajari, yang akan menginformasikan dan meningkatkan probabilitas kesuksesan di masa mendatang saat SpaceX memajukan pengembangan Starship dengan cepat," cuit SpaceX.Hingga saat ini, tim SpaceX telah merampungkan berbagai penerbangan uji coba sub-orbital tahap atas Starship dari Starbase, menunjukkan pendekatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk penerbangan terkendali.Tim itu juga telah melakukan berbagai uji coba roket Super Heavy, yang mencakup pembakaran statis (static fire) yang semakin kompleks yang mengarah pada uji coba 31 mesin Raptor berdurasi penuh, menurut SpaceX.Untuk penerbangan uji coba pertama itu, tim tidak akan melakukan pendaratan Starship secara vertikal atau ‘menangkap’ pendorong Super Heavy.NASA memberikan kontrak senilai miliaran dolar AS kepada SpaceX untuk memanfaatkan Starship guna mengangkut para astronaut Amerika ke permukaan Bulan di bawah program Artemis milik badan antariksa tersebut.NASA telah mengumumkan rencana untuk menggunakan Starship guna mengirim para astronaut ke permukaan Bulan pada 2025 mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Anggota parlemen Ukraina di Taiwan ingin belajar keamanan siber
Indonesia
•
25 Oct 2022

Bukti baru aktivitas manusia prasejarah ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
16 Jan 2023

Pesut mahakam kian tersingkir dari habitat alam
Indonesia
•
26 Jul 2020

Fokus Berita – Robot humanoid China kian maju dengan interaksi emosional yang disempurnakan
Indonesia
•
27 Aug 2024


Berita Terbaru

Teknologi satelit China melesat, citra Bumi kini bisa dikirim hanya dalam waktu 1,5 jam
Indonesia
•
24 Jul 2026

Feature – Paus sperma berkomunikasi seperti kode morse, ilmuwan temukan 'bahasa' uniknya
Indonesia
•
24 Jul 2026

Teknologi ‘arteri pada cip’ buka harapan baru untuk mendeteksi risiko stroke
Indonesia
•
24 Jul 2026

Feature – Dari tangan manusia ke robot AI, begini masa depan pertanian kapas di Uighur Xinjiang
Indonesia
•
23 Jul 2026
