
Perundingan nuklir AS–Iran di titik kritis, Trump sebut 10 hari penentu

Orang-orang menyimak pidato Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran, ibu kota Iran, pada 17 Januari 2026. (Xinhua/Kantor Pemimpin Tertinggi di Iran)
Hasil perundingan nuklir AS-Iran akan ditentukan dalam 10 hari ke depan di tengah meningkatnya ketegangan dan penguatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2) menyampaikan bahwa hasil perundingan nuklir AS-Iran akan ditentukan dalam 10 hari ke depan di tengah meningkatnya ketegangan dan penguatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.
Trump melontarkan hal itu saat berpidato dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diselenggarakan di Washington DC.
Para analis lokal mengatakan bahwa Trump menyiratkan potensi serangan AS terhadap Iran dapat terjadi dalam periode tersebut.
"Anda akan mengetahuinya dalam sekitar 10 hari ke depan," ujar Trump, seraya menyebut Iran sebagai "hotspot saat ini."
"Kami mungkin harus mengambil langkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kami akan membuat kesepakatan," tutur Trump.
"Selama bertahun-tahun, terbukti tidak mudah untuk mencapai kesepakatan yang bermakna dengan Iran, dan kami harus membuat kesepakatan bermakna. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," imbuh Trump.
Gedung Putih pada Rabu (18/2) menyampaikan bahwa Teheran diperkirakan akan menyajikan rincian lebih lanjut mengenai posisi negosiasinya dalam beberapa pekan ke depan.
"Diplomasi selalu menjadi opsi pertama beliau (Trump)," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, namun juga menyatakan bahwa "ada banyak alasan dan argumen yang dapat mendasari untuk melakukan serangan terhadap Iran."
Seorang penasihat Trump memperkirakan "peluang 90 persen" bahwa serangan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, lapor Axios pada Selasa (17/2), seraya menyatakan bahwa serangan AS bisa berupa operasi berskala besar yang berlangsung selama beberapa pekan.
Kapal induk USS Gerald R. Ford pada Rabu (18/2) dilaporkan sedang mendekati Gibraltar dalam perjalanannya dari Karibia untuk bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran, menurut laporan media setempat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan investasi Rp95 miliar untuk produksi masker
Indonesia
•
12 Mar 2020

Trump sebut Zelensky siap lakukan perundingan damai "sesegera mungkin"
Indonesia
•
06 Mar 2025

Putin: Rusia bisa pasok 50 juta ton biji-bijian ke pasar global tahun ini
Indonesia
•
25 Jun 2022

Lebih banyak lagi krisis kebakaran hutan terjadi di Kanada bagian barat
Indonesia
•
22 Aug 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
