Gedung Putih tolak tetapkan tenggat waktu bagi perundingan nuklir AS-Iran

Pagelaran peralatan militer Iran pada perayaan Hari Nasional Revolusi Iran di Teheran pada 11 Februari 2026. (Xinhua/tangkapan layar)

Teheran diharapkan akan menyajikan rincian lebih lanjut mengenai posisi negosiasinya dengan Amerika Serikat dalam beberapa pekan ke depan.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Gedung Putih pada Rabu (18/2) menolak untuk menetapkan tenggat waktu bagi perundingan nuklir Amerika Serikat (AS)-Iran, mengatakan Teheran diharapkan akan menyajikan rincian lebih lanjut mengenai posisi negosiasinya dalam beberapa pekan ke depan.

"Diplomasi selalu menjadi opsi pertama beliau (Presiden Donald Trump)," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah taklimat pers harian.

Namun demikian, dia mengatakan "ada banyak alasan dan argumen yang dapat mendasari untuk melakukan serangan terhadap Iran."

Leavitt menolak untuk menetapkan tenggat waktu bagi perundingan antara Washington dan Teheran, mengatakan bahwa dirinya tidak akan "menetapkan tenggat waktu atas nama presiden AS."

Wakil Presiden AS, JD Vance, pada Selasa (17/2) mengatakan bahwa perundingan tersebut menunjukkan beberapa tanda positif, tetapi "garis merah" utama AS masih belum terpenuhi.

Seorang penasihat Trump menyebutkan Gedung Putih semakin mendekati kemungkinan aksi militer, dengan estimasi "peluang 90 persen" melakukan serangan dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, lapor Axios pada Selasa.

Operasi apa pun oleh AS dapat melibatkan kampanye berskala besar selama beberapa pekan, yang berpotensi dilakukan bersama Israel, dengan menargetkan program-program nuklir dan rudal Iran serta menimbulkan ancaman serius bagi kepemimpinan Teheran, ungkap laporan Axios tersebut, mengutip sumber-sumber yang memahami masalah ini.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait