Meski ada kesepakatan, Israel kembali lancarkan serangan di Lebanon selatan

Foto yang diabadikan pada 30 Juni 2026 ini menunjukkan puing-puing bangunan pascaserangan udara Israel di Froun, Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Aktivitas militer Israel terus berlanjut di wilayah Lebanon selatan pada Rabu (1/7), dengan serangan drone, penembakan artileri, ledakan, dan operasi militer lainnya dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, lansir kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA).

Pada Rabu sore waktu setempat, sebuah drone Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah kendaraan yang sedang diparkir di kawasan Deir, Kota Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan. Kurang dari 30 menit kemudian, drone tersebut melancarkan serangan kedua ke kota tersebut.

NNA melaporkan bahwa sukarelawan dari organisasi-organisasi bantuan lokal menjadi sasaran tembakan pasukan Israel di pinggiran Nabatieh al-Fawqa saat sedang dalam perjalanan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada kendaraan yang terkena rudal berpemandu. Tidak ada laporan korban luka.

Sebelumnya pada Rabu sore yang sama, sebuah drone Israel menjatuhkan tiga granat kejut ke Kota Yater di Lebanon selatan, sementara drone lain menjatuhkan satu granat kejut ke Kota Nabatieh al-Fawqa.

Pada Rabu malam waktu setempat, pasukan Israel dilaporkan memicu ledakan besar di sekitar Kota Rshaf di Distrik Bint Jbeil, Lebanon selatan. NNA juga melaporkan adanya ledakan lain di kota tetangganya, Beit Yahoun.

Artileri Israel kemudian menembaki pinggiran Beit Yahoun dan secara bersamaan menyisir pinggiran bagian timur kota tersebut menuju kota tetangganya, Haddatha, di Distrik Bint Jbeil, lapor NNA.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon menyatakan bahwa total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 4.297 orang. Sementara itu, jumlah korban luka-luka dilaporkan menyentuh angka 12.196 orang.

Insiden-insiden terbaru ini tetap terjadi meskipun Lebanon dan Israel belum lama ini mencapai kesepakatan kerangka kerja yang bertujuan mengakhiri pertempuran di sepanjang perbatasan kedua negara. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait