PBB: Harga komoditas di Sudan melonjak, pasokan medis menipis, ratusan ribu orang mengungsi

Orang-orang menunggu untuk dievakuasi di dekat sebuah bandara di Omdurman, Sudan, pada 26 April 2023. (Xinhua)
Pertempuran di Sudan menyebabkan meroketnya harga komoditas, menyusutnya persediaan medis secara signifikan, dan ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka.
PBB (Xinhua) – Pertempuran di Sudan menyebabkan meroketnya harga komoditas, menyusutnya persediaan medis secara signifikan, dan ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka, kata sejumlah badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (2/5).Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan bahwa banyak yang akan meninggal karena kurangnya layanan penting dan wabah penyakit. Persediaan medis menipis secara signifikan di daerah-daerah yang dilanda pertempuran, termasuk di ibu kota, Khartoum, serta Darfur Barat dan Tengah.Dari bahan bakar hingga makanan pokok dan air kemasan, harga komoditas dasar melonjak 40-60 persen atau lebih di beberapa daerah, kata WHO.Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) melaporkan bahwa sekitar sepertiga dari populasi atau lebih dari 46 juta orang menghadapi kelaparan sebelum konflik meletus, mencatat bahwa kekerasan berpotensi menjerumuskan jutaan orang lainnya ke dalam kelaparan.Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) memperkirakan bahwa lebih dari 334.000 orang telah mengungsi di dalam Sudan sejak konflik meletus lebih dari dua pekan lalu.Badan Pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) dan para mitranya meningkatkan upaya bantuan seiring meningkatnya penyeberangan perbatasan dari Sudan. Diperkirakan lebih dari 100.000 pengungsi telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.Sebagian besar adalah pengungsi Sudan yang tiba di Chad dan Mesir dan pengungsi dari Sudan Selatan yang kembali ke rumah mereka, kata UNHCR. Para pengungsi sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.Dana Anak-Anak PBB (United Nations Children's Fund/UNICEF) mengatakan pihaknya menyediakan dukungan air, sanitasi, dan kebersihan yang penting untuk enam rumah sakit di Khartoum dan truk air ke sebuah rumah sakit di Darfur Utara. UNICEF juga mengirimkan paket kesehatan dan gizi ke pusat-pusat kesehatan di ibu kota negara bagian itu, El Fasher.Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa di negara tetangga Chad, sejumlah lembaga bantuan membawa sekitar 70.000 barang bantuan inti dari persediaan global.Di Mesir, UNHCR dan badan-badan PBB lainnya sedang menilai kebutuhan pengungsi dari Sudan, kata OCHA. PBB dan Bulan Sabit Merah Mesir mengirimkan air, makanan, kursi roda, serta perlengkapan kebersihan dan sanitasi kepada para pendatang baru.Badan-badan kemanusiaan berencana meluncurkan rencana respons pengungsi regional antarlembaga untuk mengatasi kebutuhan keuangan yang mendesak sesegera mungkin.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Bahan bakar langka, pengungsi Gaza terpaksa gunakan sampah plastik untuk memasak
Indonesia
•
28 Jun 2025

Pakar WHO serukan respons yang lebih cepat terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
08 Nov 2022

EVA Air Taiwan gambar jempol di langit saat penerbangan tamasya
Indonesia
•
16 Aug 2020

COVID-19 – Ringankan beban keuangan pasien, China sesuaikan asuransi kesehatan
Indonesia
•
05 Jan 2023
Berita Terbaru

Jordan Stolz cetak rekor olimpiade baru, Ning Zhongyan sabet perunggu di Milan-Cortina 2026
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Berbagi kebahagiaan, pemuda Indonesia ikuti perayaan Imlek dalam kereta mudik di China
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Finis terakhir di Olimpiade perdananya, atlet debutan remaja China Tai Zhien yakin tampil lebih baik di Olimpiade berikutnya
Indonesia
•
14 Feb 2026

AS dan Kanada belum terkalahkan di cabor hoki es putri Olimpiade Musim Dingin 2026
Indonesia
•
13 Feb 2026
