
Peringati 105 tahun CPC, Xi Jinping serukan China terus melaju jadi negara sosialis modern

Sebuah acara perayaan 105 tahun berdirinya Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) diadakan di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 1 Juli 2026. (Xinhua/Yan Yan)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden China Xi Jinping pada Rabu (1/7) memuji 105 tahun sejarah Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) sebagai "epos paling agung" bagi bangsa China dan mendorong Partai untuk terus melangkah maju guna membangun China menjadi negara sosialis modern sesuai rencana.
Dalam pidatonya pada pertemuan yang menandai 105 tahun berdirinya CPC, Xi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPC sekaligus Ketua Komisi Militer Sentral, menyerukan kepada para anggota Partai untuk tetap teguh pada keyakinan mereka dan bekerja tanpa lelah demi menyelesaikan misi-misi Partai di era baru dan dalam perjalanan baru.
Didirikan pada 1921 di tengah kondisi China yang lemah serta didera kemiskinan dan penghinaan oleh pihak asing, CPC telah tumbuh dari sekelompok kecil yang hanya beranggotakan sedikit lebih dari 50 anggota menjadi partai penguasa terbesar di dunia dengan pengaruh global yang luar biasa.
Xi menggarisbawahi pentingnya mencapai target untuk sepenuhnya mewujudkan modernisasi sosialis pada pertengahan abad ini.
"Waktu tidak akan berhenti bagi siapa pun, begitu pula dengan sejarah," ujar Xi.
Seluruh jajaran Partai harus berpegang pada teori dasar, garis dasar, dan kebijakan dasar Partai agar "tak gentar menghadapi awan yang datang dan terus melaju menerjang angin dan ombak," imbuh Xi.
Menegaskan bahwa Partai harus bersandar erat pada rakyat untuk mengukir pencapaian sejarah baru, Xi mendesak para anggota Partai untuk "terus mengobarkan kembali semangat penuh untuk maju dalam menuntaskan pekerjaan."
Xi juga menyerukan kepada seluruh jajaran Partai untuk secara aktif merespons berbagai risiko dan tantangan dalam perjalanan ke depan.
"Pembangunan China saat ini berada dalam periode di mana peluang strategis berdampingan dengan risiko dan tantangan, dan semakin banyak faktor yang tidak pasti dan sulit diprediksi. Kita harus selalu siap menghadapi ujian besar berupa angin kencang dan ombak yang bergolak, bahkan badai yang dahsyat," demikian Xi memperingatkan.
Seiring perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam seabad terakhir mengalami percepatan, dunia telah memasuki periode baru pergolakan dan transformasi, di mana umat manusia sekali lagi berada di persimpangan jalan, tutur Xi.
"Kita harus terus mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," ujar Xi.
Xi juga menekankan pentingnya memajukan pengelolaan internal Partai secara menyeluruh dan ketat, yang disertai upaya berkelanjutan untuk memenangkan "pertempuran sulit, berkepanjangan, dan habis-habisan melawan korupsi."
"Sangat penting bagi kita semua di Partai untuk tidak pernah melupakan aspirasi awal dan misi pendirian kita, selalu menjaga sikap rendah hati, berhati-hati, dan bekerja keras, serta memiliki keberanian dan kemampuan untuk melanjutkan perjuangan kita," imbuh Xi.
Menurut sensus terbaru, CPC kini memiliki hampir 101,29 juta anggota dan lebih dari 5,43 juta organisasi Partai tingkat dasar.
Dalam pertemuan tersebut, Xi menganugerahkan Medali 1 Juli, tanda kehormatan tertinggi Partai, kepada para anggota teladan CPC.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Izin sholat di Raudhoh Masjid Nabawi akan dikeluarkan sebulan sekali
Indonesia
•
11 Jan 2022

8 juta liter Zamzam didistribusikan di Masjidil Haram pada 10 hari pertama Ramadhan
Indonesia
•
12 Apr 2022

Ribuan orang berunjuk rasa di London, protes serangan AS dan Israel terhadap Iran
Indonesia
•
10 Mar 2026

Rusia akan tutup jalur pipa gas Nord Stream selama 3 hari
Indonesia
•
20 Aug 2022


Berita Terbaru

Korban tewas akibat gempa di Venezuela naik jadi 2.295, lebih dari 11.000 lainnya terluka
Indonesia
•
02 Jul 2026

Meski ada kesepakatan, Israel kembali lancarkan serangan di Lebanon selatan
Indonesia
•
02 Jul 2026

Perundingan Iran-AS di Qatar resmi berakhir, Teheran soroti pelanggaran MoU
Indonesia
•
02 Jul 2026

Iran tunda negosiasi final dengan AS, lima ketentuan MoU jadi syarat utama
Indonesia
•
01 Jul 2026
