
Iran tunda negosiasi final dengan AS, lima ketentuan MoU jadi syarat utama

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Selasa (30/6) mengatakan Iran tidak akan memulai negosiasi terkait kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS), kecuali jika butir-butir tertentu dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani oleh kedua belah pihak telah diimplementasikan.
Qalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, saat memaparkan perkembangan terkini mengenai implementasi MoU perdamaian dan perundingan dengan AS.
Dia menyebutkan kunjungan Iran ke Swiss baru-baru ini bertujuan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan MoU guna mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon, mencabut blokade laut AS, membuka kembali Selat Hormuz, menerbitkan pengecualian (waiver) AS untuk ekspor minyak mentah Iran, serta mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan.
Jika kelima butir pendahuluan ini tidak dipenuhi, implementasi butir-butir lainnya tidak akan dimulai, sebut Qalibaf.
Dia menyatakan bahwa Iran, AS, dan Lebanon sepakat untuk membentuk sebuah komite bersama guna menegakkan gencatan senjata, memastikan berakhirnya perang di Lebanon, dan menjunjung tinggi kedaulatan Lebanon, seraya menambahkan bahwa Iran dan AS, sebagai dua dari tiga pihak yang terlibat, telah menunjuk perwakilan masing-masing.
Iran menempuh jalur dialog sekaligus merespons dengan kekuatan jika diperlukan, imbuhnya.
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di kawasan tersebut. Pada 22 Juni, negosiasi teknis antara Iran dan AS dimulai di Swiss, menyusul konsultasi tingkat tinggi antara delegasi Iran dan AS pada hari sebelumnya dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Kelompok antiperang Jepang khawatir Okinawa akan kembali jadi medan perang
Indonesia
•
17 Nov 2025

Lampaui batas kritis 72 jam, pria ini selamat dari reruntuhan gempa Venezuela setelah tertimbun 8 hari
Indonesia
•
03 Jul 2026

Laporan wadah pemikir sebut China temukan solusi untuk koeksistensi antarperadaban
Indonesia
•
19 Feb 2025


Berita Terbaru

Layang-layang dari Gaza bikin Israel geram, militer diperintahkan bertindak tegas
Indonesia
•
24 Aug 2026

50.000 orang turun ke jalan di Stockholm, tuntut Swedia lebih tegas hadapi perubahan iklim
Indonesia
•
24 Aug 2026

Iran ancam hentikan ekspor minyak jika “perang ekonomi” AS berlanjut
Indonesia
•
24 Aug 2026

Suriah tegaskan Dataran Tinggi Golan wilayahnya, perundingan dengan Israel digelar di Yordania
Indonesia
•
24 Aug 2026
