
PM China tekankan inovasi dalam regulasi makro dan stabilkan ekonomi

Foto dari udara yang diabadikan pada 28 Desember 2021 ini menunjukkan Pabrik Tiexi BMW Brilliance Automotive (BBA) baru yang sedang dibangun di Shenyang, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Yang Qing)
Perekonomian China pada 2023 sedang mendapatkan momentum, setelah konsumsi pulih dengan laju yang pesat pada Januari dan Februari serta ekspektasi pasar menguat secara signifikan.
Beijing, China (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang menggarisbawahi perlunya menopang pertumbuhan ekonomi serta menstabilkan lapangan kerja dan harga, seraya menekankan upaya untuk mengonsolidasikan tren peningkatan pemulihan ekonomi dan mendorong pembangunan berkualitas tinggi.Pernyataan tersebut disampaikan Li pada saat menginspeksi Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) China pada Kamis (23/2). Dia juga memimpin sebuah simposium pada hari yang sama.Setelah mendengarkan laporan di NDRC, Li memuji peran penting otoritas pembangunan dan reformasi dalam menstabilkan ekonomi serta mempromosikan pembangunan proyek-proyek besar dan peningkatan peralatan.Di Kemenkeu, Li mengatakan bahwa departemen keuangan telah memainkan peran penting dalam menerapkan pengembalian pajak, pemotongan dan penangguhan pajak dan biaya, serta menjamin penghidupan dasar masyarakat.China telah membuat pencapaian pembangunan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir meskipun terdapat sejumlah tantangan berat, kata Li di simposium tersebut.Dia memuji kontribusi Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional dan Kemenkeu China dalam mengimplementasikan kebijakan makro, menstabilkan ekonomi, mendorong reformasi dan inovasi, serta memecahkan berbagai kesulitan paling mendesak yang menjadi perhatian masyarakat.Sang PM juga menyerukan kinerja yang baik dalam menyusun rencana pembangunan ekonomi dan sosial untuk 2023 dan laporan anggaran, menyelaraskannya dengan laporan kerja pemerintah, seraya mendesak upaya untuk meringkas pekerjaan pemerintah dengan cara yang tepat, mengatur tugas-tugas utama secara ilmiah, dan menerima pengawasan rakyat sesuai dengan hukum.Saat ini, perekonomian China pada 2023 sedang mendapatkan momentum, setelah konsumsi pulih dengan laju yang pesat pada Januari dan Februari serta ekspektasi pasar menguat secara signifikan, kata Li.Namun, dirinya mengingatkan tentang berbagai risiko dan tantangan ke depan, menggarisbawahi upaya berkelanjutan untuk mengonsolidasikan momentum pertumbuhan, serta mendorong pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan dan sehat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penjualan ‘e-commerce’ selama musim liburan di AS melambat
Indonesia
•
28 Dec 2021

AS naikkan tarif produk Brasil hingga 25 persen, Brasil desak kesepakatan yang adil
Indonesia
•
02 Sep 2026

Indonesia tawarkan Thailand peluang investasi ekonomi digital
Indonesia
•
04 Nov 2020

Indonesia promosikan ‘specialty coffee’ di Jerman di tengah pandemik
Indonesia
•
09 Nov 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
