Perdagangan China-ASEAN tembus 17.753 triliun rupiah, investasi dua arah capai 9.054 triliun rupiah

Para pengunjung mencicipi buah-buahan dalam Pameran Tiongkok-ASEAN (CAEXPO) ke-23 di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 17 September 2026. (Xinhua/Zhou Hua)

Nanning, China (Xinhua/Indonesia Window) – Berbagai ‘hal pertama’ dalam Pameran China-ASEAN (China-ASEAN Expo/CAEXPO) ke-23 yang sedang berlangsung memberikan gambaran mengenai potensi dan vitalitas kerja sama ekonomi serta perdagangan yang telah memberikan dorongan signifikan terhadap pembangunan bersama di kawasan tersebut.

Timor-Leste untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam pameran tersebut di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, sebagai anggota ke-11 ASEAN sekaligus tuan rumah bersama (co-host) resmi tahun ini.

Selain itu, sebuah area pameran untuk pertama kalinya disiapkan guna menampilkan kebutuhan teknologi dan aplikasi negara-negara ASEAN. Sebagai ranah baru bagi kerja sama yang saling menguntungkan, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu fokus utama.

China tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun berturut-turut, dan ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China selama enam tahun berturut-turut. Nilai perdagangan bilateral melampaui 1 triliun dolar AS tahun lalu.

*1 dolar AS = 17.753 rupiah

Selain itu, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa total investasi kumulatif dua arah telah melampaui 510 miliar dolar AS.

Pesatnya kerja sama ekonomi dan perdagangan tersebut, yang salah satunya tercermin dari kehadiran kawasan industri lintas batas yang menjadi tonggak penting di berbagai penjuru kawasan ini, telah menciptakan lapangan kerja lokal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dinamisme baru akan lebih lanjut mendorong kerja sama China-ASEAN, dan momentum semacam itu tidak akan pernah surut.

Diselaraskan dengan karakteristik dan kebutuhan kawasan ini, Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (CAFTA) 3.0, yang telah mengadopsi aturan perdagangan dan ekonomi berstandar tinggi serta telah mengeksplorasi cara-cara untuk membangun kerangka kerja sama dan pengaturan institusional yang lebih kokoh, akan memberikan dorongan berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi.

Kanal Pinglu, jalur air sepanjang 134,2 kilometer yang menghubungkan Nanning dengan Teluk Beibu, resmi dibuka untuk pelayaran pada 16 September.

Kehadiran kanal ini menciptakan koridor baru bagi pergerakan barang dua arah antara pasar China dan ASEAN. Jalur air ini juga akan memacu investasi lintas perbatasan dan kerja sama industri.

Sebagai pendukung kuat multilateralisme dan perdagangan bebas, China dan ASEAN terus berupaya dengan gigih untuk memperdalam integrasi rantai industri dan rantai nilai.

Selain itu, komitmen dan pengaturan berstandar lebih tinggi untuk liberalisasi dan fasilitasi perdagangan serta investasi menunjukkan keyakinan dan tekad kedua belah pihak dalam menghadapi sejumlah tantangan bersama di bidang ekonomi maupun perdagangan internasional.

China akan tetap berkomitmen pada kerja sama terbuka dan saling menguntungkan, terus memperluas keterbukaan berstandar tinggi, serta bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk mendorong pembangunan komunitas China-ASEAN dengan masa depan bersama yang lebih erat, sekaligus menciptakan lebih banyak manfaat bagi masyarakat di kedua belah pihak.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait