
Perang Sudan kian mematikan, UNICEF: 330 anak tewas atau terluka dalam enam bulan

Seorang wanita dan anak-anaknya duduk di sebuah gubuk di kamp pengungsian dekat kota perbatasan Al-Tina di Sudan barat pada 19 Juni 2026. (Xinhua/Walid Rahamtalla)
Khartoum, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 330 anak tewas atau terluka di Sudan dalam enam bulan pertama 2026, dengan wilayah Darfur dan Kordofan mencatat tingkat korban anak tertinggi, demikian disampaikan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Senin (6/7).
"Anak-anak di seluruh Sudan terus menanggung dampak terburuk dari perang yang kian mematikan," kata UNICEF dalam sebuah siaran pers.
Situasi di El Obeid dan sekitarnya, di Negara Bagian Kordofan Utara, sangat mengkhawatirkan, dengan serangan drone dan serangan lainnya dilaporkan telah mengakibatkan lebih dari 35 anak menjadi korban sejak Mei lalu, termasuk sedikitnya 18 anak tewas, sebut UNICEF.
Serangan drone menyebabkan 60 persen dari jumlah korban itu, dan diperkirakan 500.000 warga sipil berada dalam risiko di wilayah tersebut, kata UNICEF.
"Bagi banyak anak, tidak ada lagi tempat yang aman ... anak-anak tidak boleh menjadi sasaran," kata Perwakilan UNICEF untuk Sudan, Sheldon Yett, seperti dikutip UNICEF.
UNICEF mendesak semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, serta memungkinkan akses kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan.
Sejak konflik pecah pada April 2023 antara Angkatan Bersenjata Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat, hampir 5 juta anak Sudan telah menjadi pengungsi, menurut siaran pers UNICEF pada pertengahan April.
Sekitar 4,2 juta anak diperkirakan akan mengalami malnutrisi akut tahun ini, dan sekitar 8 juta anak putus sekolah, imbuh UNICEF.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Prancis Francois Bayrou Lolos Mosi Tidak Percaya
Indonesia
•
17 Jan 2025

Rusia mulai gelar pemilu presiden
Indonesia
•
15 Mar 2024

Menlu China tegaskan negaranya dorong perundingan damai terkait isu Ukraina
Indonesia
•
19 Feb 2024

Sekjen PBB: Sudah saatnya gencatan senjata segera dicapai di Gaza
Indonesia
•
28 Nov 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
