Perang mereda? Trump mulai kembalikan diplomat AS ke kedutaan di Timur Tengah

Foto yang diabadikan pada 15 Mei 2026 ini menunjukkan gedung Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Li Rui)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintahan Trump berencana menugaskan kembali para diplomat ke sejumlah kedutaan besar di Timur Tengah yang dievakuasi sebelum dan selama perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, dengan beberapa personel berpotensi kembali bertugas paling cepat pada pekan ini, lapor The New York Times (NYT).

Kedutaan besar AS di Israel, Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Oman, Irak, dan Kuwait masuk dalam daftar misi yang diperkirakan akan menambah jumlah stafnya, papar laporan tersebut pada Selasa (25/8), mengutip sebuah dokumen internal Departemen Luar Negeri AS dan pernyataan tiga pejabat AS.

Menurut dokumen yang diperoleh NYT, para diplomat pertama yang kembali bertugas akan ditempatkan di Kedutaan Besar AS di Lebanon, meskipun kedutaan tersebut tidak akan mencapai kapasitas staf penuh berdasarkan rencana itu.

Pada tahap awal, pos diplomatik di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Lebanon akan membatasi kapasitas staf di angka 85 persen, sementara kapasitas staf pos diplomatik di Irak, Kuwait, dan Bahrain sebesar 75 persen.

Di enam negara Teluk itu dan Lebanon, Departemen Luar Negeri AS akan memberlakukan pembatasan terkait keikutsertaan anggota keluarga, imbuh dokumen tersebut.

Penugasan kembali staf tersebut akan dilanjutkan seiring ancaman pemerintahan Trump untuk menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran menyusul kandasnya perundingan antara Washington dan Teheran, yang mengindikasikan bahwa AS memperkirakan konflik berskala penuh tidak akan meletus kembali dalam waktu dekat, ujar laporan itu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait