
China kembangkan kabinet penyimpanan vakum agar cip kuantum tetap ‘segar’

Foto yang diabadikan pada 17 September 2022 ini menunjukkan sebuah prosesor kuantum yang dipamerkan di venue utama pekan kewirausahaan dan inovasi massal nasional 2022 di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Du Yu)
Penyimpanan vakum cip kuantum akan menyediakan lingkungan penyimpanan yang ideal bagi cip kuantum untuk mempertahankan kapabilitas komputasinya.
Beijing, China (Xinhua) – Sejumlah peneliti China mengembangkan sebuah kabinet penyimpanan vakum untuk menjaga cip kuantum tetap ‘segar’, dan menggunakannya dalam lini produksi cip kuantum pertama di negara itu, menurut laporan Science and Technology Daily.Para peneliti dari Origin Quantum Computing Technology Co., Ltd. di Provinsi Anhui, China timur, menggunakan teknologi penyimpanan vakum tinggi untuk mengembangkan kabinet penyimpanan yang dapat menyediakan lingkungan penyimpanan yang ideal bagi cip kuantum untuk mempertahankan kapabilitas komputasinya."Material superkonduktor dalam cip kuantum sangat sensitif terhadap lingkungan dan mudah bereaksi dengan oksigen dan air di udara, sama seperti makanan yang teroksidasi dan membusuk saat terpapar udara," kata Jia Zhilong, kepala tim penelitian dan pengembangan cip Origin Quantum."Cip kuantum tidak dapat digunakan jika tidak disimpan dengan benar. Kabinet penyimpanan dapat menyediakan lingkungan vakum tinggi untuk perangkat itu, seperti kulkas yang dapat menjaga makanan tetap segar," imbuh Jia, yang juga Wakil Direktur Pusat Penelitian Teknik Komputasi Kuantum Provinsi Anhui.Cip kuantum adalah komponen inti dari komputer kuantum. Berbeda dengan cip tradisional, cip kuantum harus melalui proses produksi yang rumit. Beberapa faktor seperti suhu lingkungan, kebisingan, getaran, gelombang elektromagnetik, dan partikel kontaminasi kecil, dapat memengaruhi proses tersebut.Menurut Jia, jika lingkungan penyimpanan selama atau setelah proses produksi tidak memenuhi standar yang disyaratkan, cip kuantum superkonduktor akan menyerap berbagai kotoran, dan komponen utamanya akan menua, mengakibatkan konsistensi frekuensi qubit (quantum bit) yang buruk, mengurangi waktu koherensi, dan kinerja yang memburuk.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peretas bobol data panggilan dan pesan teks hampir seluruh pelanggan AT&T Wireless
Indonesia
•
13 Jul 2024

Tim peneliti terapkan AI dalam perawatan mata
Indonesia
•
05 Sep 2025

Tim ilmuwan China berhasil kembangkan metode baru daur ulang plastik
Indonesia
•
06 Jul 2023

Astronaut Shenzhou-18 China tuntaskan serah terima, segera kembali ke Bumi pada Senin
Indonesia
•
03 Nov 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
