Warga Australia rugi miliaran dolar akibat penipuan kartu kredit

Foto yang diabadikan pada 5 Maret 2024 ini memperlihatkan pertunjukan cahaya bertajuk 'Badu Gili: Celestial' di layar Bennelong timur Opera House di Sydney, Australia. 'Badu Gili' berarti 'cahaya air' dalam bahasa pemilik tradisional Bennelong Point, yang kini menjadi lokasi Sydney Opera House. Pertunjukan cahaya itu dibuka untuk umum setiap hari sepanjang Maret. (Xinhua/Ma Ping)
Penipuan kartu kredit di Australia meningkat, dengan kerugian para korban mencapai miliaran dolar Australia pada periode 2022-2023.
Canberra, Australia (Xinhua) – Penipuan kartu kredit di Australia meningkat, dengan kerugian para korban mencapai miliaran dolar Australia pada periode 2022-2023, demikian menurut data resmi.Menurut angka yang dirilis pada Rabu (20/3) oleh Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS), sebanyak 1,8 juta warga Australia berusia 15 tahun ke atas menjadi korban penipuan kartu kredit dalam 12 bulan hingga akhir Juni 2023.Angka tersebut mewakili 8,7 persen dari populasi di atas usia 15 tahun, naik dari 8,1 persen pada periode 2021-2022 dan 6,9 persen pada periode 2020-2021.Secara keseluruhan, kerugian dari penipuan kartu yang dialami warga Australia mencapai 2,2 miliar dolar Australia atau 1,4 miliar dolar AS pada periode 2022-2023.Sepertiga korban penipuan tersebut kehilangan kurang dari 100 dolar Australia, kata ABS, dan 17,8 persen korban mengalami kerugian lebih dari 1.000 dolar Australia. Jumlah rata-rata yang diambil atau digunakan per insiden adalah 200 dolar Australia.Mereka yang berusia 45-54 tahun memiliki tingkat korban penipuan kartu tertinggi, yaitu 11,5 persen, diikuti oleh mereka yang berusia 35-44 tahun dan 55-64 tahun. Mereka yang berusia 15-24 tahun merupakan yang paling kecil kemungkinannya untuk mengalami penipuan kartu, yaitu sebesar 3,9 persen.Selain itu, Biro Statistik Australia juga melaporkan bahwa sebanyak 514.300 orang menjadi korban penipuan pada periode 2022-2023."Penipuan pembelian atau penjualan, yang mencakup hal-hal seperti penagihan palsu dan penipuan belanja online, adalah yang paling umum terjadi, yang dialami oleh hampir 200.000 warga Australia," ujar William Milne, kepala statistik kriminalitas dan peradilan di ABS, dalam sebuah rilis media.Warga Australia yang berusia 35-44 tahun memiliki tingkat korban penipuan tertinggi yaitu 3,5 persen dan mereka yang berusia 15-24 tahun berada di tingkat terendah yaitu 1,5 persen.*1 dolar Australia = 10.371 rupiah**1 dolar AS = 15.662 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Taiwan akan kenalkan mekanisme penetapan harga karbon pada 2023
Indonesia
•
13 Oct 2021

Biden peringatkan Israel soal bom pasokan AS yang digunakan untuk membunuh warga Palestina
Indonesia
•
09 May 2024

Haji1443 – Muslimah tak bisa bersama mahrom yang berhaji dalam 5 tahun terakhir
Indonesia
•
06 Jun 2022

COVID-19 – AstraZeneca berkomitmen sediakan vaksin untuk Asia Tenggara
Indonesia
•
29 Jun 2021
Berita Terbaru

Terima presiden Palestina, Norwegia tegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Anggota parlemen di seluruh dunia hadapi peningkatan intimidasi publik
Indonesia
•
13 Feb 2026

DPR AS tolak tarif Trump terhadap barang-barang dari Kanada
Indonesia
•
13 Feb 2026

Trump hapus temuan penting yang jadi dasar regulasi iklim AS
Indonesia
•
14 Feb 2026
