
Nilai perdagangan Indonesia-China naik 15 persen pada H1 2025

Foto ini menunjukkan sejumlah karyawan bekerja di pabrik perakitan lokal perdana milik GAC Aion di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada 10 Juni 2025. (Xinhua/Abdul Azis Said)
Peningkatan ekspor nikel serta besi baja ke China tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan infrastruktur. Hal ini terlihat dari nilai ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel sebesar 21,2 persen.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Nilai perdagangan Indonesia dan China terus meningkat seiring semakin eratnya hubungan kedua negara, mencapai 70,8 miliar dolar AS sepanjang paruh pertama (H1) tahun ini atau naik 15,5 persen dalam basis tahunan (year on year/yoy). Dengan demikian, China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia baik untuk ekspor maupun impor.*1 dolar AS = 16.312 rupiahBerdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor ke China naik 8,9 persen menjadi 30,5 miliar dolar AS sepanjang Januari-Juni 2025. Kenaikan ini didorong terutama oleh ekspor produk nikel dan turunannya, besi dan baja, serta sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan.Peneliti sekaligus Direktur China-Indonesia di Center of Economic and Law Studies (Celios) Muhammad Zulfikar Rakhmat mengatakan, peningkatan ekspor nikel serta besi baja ke China tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan infrastruktur. Hal ini terlihat dari nilai ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel sebesar 21,2 persen.Di sisi lain, nilai ekspor sejumlah produk pertanian dan perkebunan juga meningkat, di antaranya karet yang melonjak 182 persen, kopi hingga 90 persen, kakao 88 persen, serta buah-buahan 10 persen. "Peningkatan permintaan produk pertanian Indonesia ini seiring berkembangnya kelas menengah di China," kata Zulfikar kepada Xinhua.Di sisi lain, pembelian barang-barang asal China juga meningkat. Total impor dari China tumbuh 21 persen menjadi 40,2 miliar dolar AS, utamanya berupa kendaraan, peralatan elektronik, serta mesin dan peralatan mekanis. Secara khusus, impor kendaraan dan bagiannya melonjak 85 persen."Meningkatnya permintaan terhadap kendaraan dari China tidak lepas karena penggunaan EV yang semakin meningkat di dalam negeri, serta mobil-mobil dari China yang menawarkan harga kompetitif," kata peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet.Setidaknya dalam dua tahun terakhir, sejumlah merek otomotif asal China memasuki pasar Indonesia, terutama di segmen EV seperti BYD hingga Xpeng. Beberapa merek ini pun semakin populer di masyarakat dengan telah menjual hingga ribuan unit.Dengan total nilai perdagangan mencapai 70,8 miliar dolar AS, China masih menjadi negara mitra dagang utama bagi Indonesia. Nilai ekspor ke China menyumbang 22,5 persen dari total ekspor nasional pada H1 tahun ini, sementara pangsa impor dari China mencapai 34,7 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak menetap beragam, catat kenaikan pekanan dan bulanan
Indonesia
•
30 Apr 2022

Sektor otomotif China terus catat momentum pertumbuhan
Indonesia
•
11 Nov 2022

Feature – Perkembangan transportasi permudah distribusi teh Liubao ke pasar global
Indonesia
•
16 Nov 2024

PM Takaichi: Jepang akan lepas cadangan minyak paling cepat Senin
Indonesia
•
12 Mar 2026


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
