
PBB minta Houthi pertimbangkan kembali keputusan pengusiran warga AS dan Inggris

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini menunjukkan tampilan eksterior markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Pengusiran warga negara Amerika Serikat dan Inggris yang bekerja untuk PBB di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pasukan AS-Inggris yang ditempatkan di Laut Merah dan kelompok Houthi yang menyerang "kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel" di kawasan tersebut sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023.
PBB (Xinhua) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/1) meminta otoritas Houthi Yaman agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka mengusir warga negara Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang bekerja untuk badan dunia tersebut di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.Stephane Dujarric, Juru Bicara (Jubir) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, mengonfirmasi bahwa PBB telah menerima komunikasi dari kelompok Houthi, yang memberikan waktu sebulan kepada seluruh warga negara AS dan Inggris untuk meninggalkan wilayah yang berada di bawah kendali otoritas de facto tersebut."Perlu dikatakan bahwa setiap permintaan atau keharusan bagi staf PBB untuk pergi hanya karena kewarganegaraan staf tersebut tidaklah sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku di PBB," ujar Dujarric. "Hal itu tentu saja juga menghalangi kemampuan kami dalam memenuhi mandat untuk mendukung semua orang di Yaman. Dan kami menyerukan kepada semua otoritas di Yaman agar memastikan staf kami dapat terus menjalankan tugas mereka atas nama PBB."Dujarric mengatakan bahwa staf PBB melayani tanpa memihak serta melayani bendera PBB, bukan yang lain.Jubir tersebut menolak untuk mengatakan berapa banyak warga negara AS dan Inggris yang saat ini bekerja untuk PBB di daerah-daerah yang dikuasai Houthi di Yaman."Saya bisa mengetahui jumlah staf internasional. Namun, kami tidak memberikan rincian kewarganegaraan staf kami," kata Dujarric.Pengusiran yang dilakukan oleh milisi Houthi itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pasukan AS-Inggris yang ditempatkan di Laut Merah dan kelompok Houthi yang menyerang "kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel" di kawasan tersebut sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023.Koalisi maritim AS-Inggris di Laut Merah telah beberapa kali melakukan serangan udara terhadap kamp-kamp Houthi di berbagai provinsi di Yaman bagian utara. Koalisi tersebut mengatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk mencegah serangan lebih lanjut Houthi terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran Laut Merah.Kelompok Houthi berjanji akan terus menyasar kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel di Laut Merah hingga Israel mengakhiri serangan dan blokadenya di Jalur Gaza.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Eskalasi militer di Gaza tewaskan sedikitnya 46 orang saat kesepakatan gencatan senjata berlaku
Indonesia
•
20 Oct 2025

Twitter perkarakan Elon Musk karena batalkan kesepakatan 44 miliar dolar AS
Indonesia
•
09 Jul 2022

AS kirim pasukan ke Saudi menyusul serangan Aramco
Indonesia
•
21 Sep 2019

Mastercard dan Visa tangguhkan layanan di Rusia
Indonesia
•
06 Mar 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
